Perubahan iklim merupakan isu global yang semakin intens diberitakan media massa dan berperan penting dalam membentuk pemahaman, sikap, serta respons publik. Namun, kajian linguistik dan analisis wacana mengenai representasi perubahan iklim masih tersebar, beragam secara metodologis, dan belum terpetakan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan meta-analisis terhadap studi-studi linguistik dan analisis wacana yang mengkaji wacana perubahan iklim dalam media massa, guna mengidentifikasi pola temuan, kecenderungan teoretis, pendekatan metodologis, serta celah riset yang masih terbuka. Metode yang digunakan adalah meta-analisis kualitatif terhadap artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang terbit dalam dua dekade terakhir, dengan fokus pada analisis framing, metafora, leksikogramatika, aktor sosial, serta strategi retoris dalam pemberitaan perubahan iklim. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa media cenderung membingkai perubahan iklim melalui pola alarmisme, politisasi, dan personifikasi aktor, yang berdampak pada ambiguitas tanggung jawab serta fragmentasi makna risiko iklim di tingkat publik. Selain itu, ditemukan dominasi pendekatan analisis wacana kritis dan framing, sementara kajian yang berorientasi pada implikasi praktis bagi jurnalisme dan literasi publik masih terbatas. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan kajian linguistik terapan dengan menyajikan peta konseptual wacana perubahan iklim di media massa serta merekomendasikan arah penelitian lanjutan yang berorientasi pada pengembangan panduan jurnalisme dan komunikasi iklim yang lebih informatif, proporsional, dan berorientasi kepentingan publik.Kata Kunci: perubahan iklim, media massa, linguistik, analisis wacana, framing, meta-analisis
Copyrights © 2024