Infekai parasit STH (Soil Transmitted Helminths) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang sering terjadi di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Petani merupakan kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi STH karena sering kontak langsung dengan tanah. Faktor perilaku seperti kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan penggunaan alat pelindung diri (APD) diduga mempengaruhi kejadian infeksi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan,dan penggunaan APD dengan kejadian ditemukannya parasit STH pada petani di Desa Wakangka, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross- sectional. Sampel berjumlah 36 orang petani yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui pemeriksaan mikroskopis sampel kuku dan pengisian kusioner. Analisis data menggunakan Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya parasit STH paada kuku petani dengan spesies Ascaris lumbricoides dan Hookworm. Namun, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebersihan kuku (p = 1,000), kebiasaan mencuci tangan (p = 1,000), dan penggunaan APD (p = 0,097 dan p = 1,000) dengan kejadian ditemukannya parasit STH. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kebersihan kuku, kebiasaan mencuci tangan, dan penggunaan APD tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian ditemukannya parasit STH pada petani di Desa Wakangka. Meskipun demikian, edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat tetap perlu dilakukan untuk mencegah dan mengurangi risiko infeksi parasit STH di kalangan petani
Copyrights © 2025