Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan 15 sampel urin pasien ISK yang dikumpulkan di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara melalui purposive sampling. Isolat E. coli diidentifikasi menggunakan media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA), dilanjutkan uji sensitivitas antibiotik metode disk difusi, dan konfirmasi produksi ESBL dengan Double Disk Synergy Test (DDST) sesuai standar CLSI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel urin pasien ISK, terdapat 5 isolat (33,3%) Escherichia coli yang positif ESBL. Sebagian besar isolat menunjukkan resistensi terhadap cefotaxime, ceftriaxone, dan ceftazidime, sedangkan konfirmasi DDST memperlihatkan fenomena keyhole effect pada isolat positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 15 sampel urin pasien ISK, terdapat 5 isolat (33,3%) Escherichia coli yang positif ESBL. Sebagian besar isolat menunjukkan resistensi terhadap cefotaxime, ceftriaxone, dan ceftazidime, sedangkan konfirmasi DDST memperlihatkan fenomena keyhole effect pada isolat positif. Kesimpulannya, Escherichia coli penghasil ESBL terdeteksi pada pasien ISK di RSUD Bahteramas dengan tingkat resistensi tinggi terhadap sefalosporin generasi ketiga. Hasil ini menegaskan perlunya penggunaan antibiotik secara rasional dan surveilans resistensi secara berkala untuk mencegah peningkatan kasus resistensi.
Copyrights © 2025