Penyakit jantung koroner (PJK) adalah salah satu penyebab kematian tertinggi di indonesia. PJK disebabkan oleh penumpukan plak arteri koroner, yang berhubungan erat dengan faktor risiko seperti dislipidemia dan obesitas. Obesitas dapat diukur dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), dan penumpukkan lemak dalam tubuh berhubungan dengan peningkatan kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan Trigliserida. Penelitian Ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan kadar LDL dan Trigliserida pada penderita PJK di RSUD Bahteramas, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain penelitian cross-sectional . sebanyak 17 sampel yang dilibatkan dalam penelitian ini dan ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin, dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik sampel dan uji korelasi pearson untuk mengukur hubungan antara variabel Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh dari 17 responden terdapat 12 orang (70.5%) yang berjenis kelamin laki-laki dan 5 orang (29.41 %) berjenis kelamin perempuan. Berdasarkan usia diperoleh hasil pada usia Pra lanjut usia sebanyak 8 orang (47.06%) dan usia Lansia awal yaitu sebanyak 9 orang (52.94%). Hasil yang diperoleh setelah dilakukan uji Normalitas menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara IMT dengan dengan kadar LDL dengan (p-value = 0.51) dan juga kadar Trigliserida (p-value = 0.345) pada pasien PJK. Kesimpulan pada penelitian ini yaitu tidak terdapat hubungan antara indeks massa tubuh terhadap kadar Low Density Lipoprotein (LDL) dan Trigliserida pada Penderita Penyakit Jantung Koroner di RSUD Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara.
Copyrights © 2025