Koperasi Merah Putih di Desa Rejodadi mengalami stagnasi operasional selama beberapa tahun akibat rendahnya literasi keuangan pengurus, ketiadaan sistem pembukuan, dan lemahnya tata kelola. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi keuangan pengurus sebagai fondasi reaktivasi koperasi dan keberlanjutan usaha anggota. Metode yang digunakan adalah pendekatan pemberdayaan partisipatif melalui pelatihan teknis, simulasi pembukuan, dan penyusunan SOP tata kelola. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman literasi keuangan pengurus dari rata-rata 30–40% menjadi 80–90%. Sebanyak lima orang pengurus kini memiliki kompetensi teknis dalam menyusun laporan keuangan sederhana, dengan satu operator khusus yang terlatih mengelola sistem digital berbasis Excel. Capaian program mencakup ketersediaan buku kas harian, laporan arus kas bulanan, dan rekapitulasi simpanan anggota yang sebelumnya tidak terdokumentasi. Selain peningkatan kapasitas internal, program ini berhasil memulihkan kepercayaan publik yang dibuktikan dengan adanya 27 warga yang menyatakan minat kembali menjadi anggota aktif. Keberhasilan reaktivasi ini juga didukung dengan terbentuknya dokumen SOP simpan pinjam dan struktur organisasi yang jelas. Program ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi keuangan sebesar 50% secara efektif mampu mengubah status koperasi dari tidak berjalan menjadi siap beroperasi kembali. Fondasi kelembagaan yang kuat ini membuka peluang besar bagi penguatan ekonomi lokal berbasis koperasi di Desa Rejodadi. Financial Literacy Strengthening Program for Cooperative Administrators to Encourage Members' Business Sustainability Abstract The Merah Putih Cooperative in Rejodadi Village has experienced operational stagnation for several years due to low financial literacy among its administrators, the absence of an accounting system, and weak governance. This community service program aims to strengthen the financial literacy of administrators as a foundation for reactivating the cooperative and ensuring the sustainability of its members' businesses. The method used is a participatory empowerment approach through technical training, bookkeeping simulations, and the development of governance SOPs. Evaluation results through pre-tests and post-tests show a significant increase in the managers' understanding of financial literacy from an average of 30-40% to 80-90%. Five administrators now have the technical competence to compile simple financial reports, with one specially trained operator managing an Excel-based digital system. The program's achievements include the availability of daily cash books, monthly cash flow reports, and a recapitulation of member deposits that were previously undocumented. In addition to improving internal capacity, the program succeeded in restoring public trust, as evidenced by 27 residents expressing interest in becoming active members again. The success of this reactivation was also supported by the creation of loan and savings SOP documents and a clear organizational structure. The program concluded that a 50% increase in financial literacy was effective in changing the status of the cooperative from non-operational to ready to resume operations. This strong institutional foundation opens up great opportunities for strengthening the cooperative-based local economy in Rejodadi Village.
Copyrights © 2025