Latar Belakang: Imunisasi dasar merupakan intervensi kesehatan primer yang terbukti efektif dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Pandemi COVID-19 sejak 2020 menyebabkan pembatasan mobilitas, perubahan akses layanan kesehatan, dan penundaan pelayanan rutin, sehingga berpotensi menurunkan cakupan imunisasi balita. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I pada periode pascapandemi. Tujuan: Meninjau gambaran cakupan imunisasi dasar balita serta faktor-faktor yang memengaruhi penurunannya selama pandemi COVID-19 tahun 2020–2022. Metode: Penelitian menggunakan desain literature review dengan pendekatan narrative review. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, DOAJ, ScienceDirect, dan SINTA menggunakan kata kunci terkait imunisasi dasar balita dan pandemi COVID-19. Kriteria inklusi mencakup artikel tahun 2020–2025 dan textbook 2015–2025 dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Total 20 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif berdasarkan hasil, metode, dan konteks wilayah penelitian. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan penurunan cakupan imunisasi dasar selama pandemi, berkisar 18–30% di berbagai daerah. Faktor yang memengaruhi penurunan adalah ketakutan orang tua terhadap penularan COVID-19, akses fasilitas kesehatan yang terbatas, kebijakan pembatasan mobilitas, kurangnya sosialisasi, keterbatasan tenaga kesehatan, serta faktor sosiodemografis seperti pendidikan dan pengetahuan ibu. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa dukungan keluarga, kualitas layanan, serta intervensi pendidikan kesehatan mampu meningkatkan kembali cakupan imunisasi. Beberapa daerah mulai menunjukkan pemulihan cakupan pada 2021–2022. Kesimpulan: Pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap penurunan cakupan imunisasi dasar balita di berbagai wilayah Indonesia. Faktor dominan yang berpengaruh meliputi pengetahuan ibu, dukungan keluarga, akses layanan, serta persepsi risiko terhadap COVID-19. Upaya pemulihan cakupan diperlukan melalui peningkatan edukasi, penguatan layanan primer, pemerataan akses posyandu, serta strategi mitigasi agar program imunisasi tetap berjalan dalam kondisi krisis.
Copyrights © 2025