Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Narrative Review: Hubungan Faktor Sosial Demografi terhadap Kejadian Stunting Putri Perdana; Shofiyah Latief; Sidrah Darma; Andi Husni Esa Darussalam; Abdi Dwiyanto Putra Samosir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i2.554

Abstract

Stunting merupakan isu kesehatan global yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi badan anak yang tidak sesuai dengan usianya akibat kekurangan gizi kronis. Pada tahun 2020, sekitar 22% anak di seluruh dunia tercatat mengalami kondisi ini. Faktor-faktor sosial demografi seperti tingkat pendidikan ibu, kondisi ekonomi keluarga, serta keterjangkauan layanan kesehatan memiliki kontribusi besar terhadap terjadinya stunting. Studi ini menggunakan metode tinjauan pustaka dengan rentang waktu 10 tahun terakhir (2015-2025) untuk mengeksplorasi keterkaitan antara faktor-faktor sosial demografi dengan prevalensi stunting. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan ibu yang rendah, kondisi ekonomi yang lemah, serta jumlah anggota keluarga yang banyak memiliki hubungan erat dengan meningkatnya angka stunting. Selain itu, perilaku keluarga yang menerapkan pola hidup sadar gizi, termasuk konsumsi makanan sehat dan pemanfaatan layanan kesehatan, terbukti dapat menurunkan risiko stunting. Intervensi gizi yang tepat, seperti pemberian ASI eksklusif dan imunisasi dasar lengkap, juga efektif dalam mengurangi angka stunting. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan ibu, perbaikan ekonomi keluarga, dan perluasan akses terhadap layanan kesehatan menjadi langkah strategis dalam mencegah stunting pada anak usia balita, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pelayanan dasar.
Gambaran Cakupan Imunisasi Dasar Balita Pada Masa Pandemi COVID-19 Tahun 2020-2022 Fajriani Yusma; Shofiyah Latief; Sidrah Darma; Andi Husni Esa Darussalam; Abdi Dwiyanto Putra Samosir
The Indonesian Journal of General Medicine Vol. 21 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of General Medicine
Publisher : International Medical Journal Corp. Ltd

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70070/rw3f8j43

Abstract

Latar Belakang: Imunisasi dasar merupakan intervensi kesehatan primer yang terbukti efektif dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I). Pandemi COVID-19 sejak 2020 menyebabkan pembatasan mobilitas, perubahan akses layanan kesehatan, dan penundaan pelayanan rutin, sehingga berpotensi menurunkan cakupan imunisasi balita. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya risiko Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I pada periode pascapandemi. Tujuan: Meninjau gambaran cakupan imunisasi dasar balita serta faktor-faktor yang memengaruhi penurunannya selama pandemi COVID-19 tahun 2020–2022. Metode: Penelitian menggunakan desain literature review dengan pendekatan narrative review. Pencarian artikel dilakukan melalui PubMed, Google Scholar, DOAJ, ScienceDirect, dan SINTA menggunakan kata kunci terkait imunisasi dasar balita dan pandemi COVID-19. Kriteria inklusi mencakup artikel tahun 2020–2025 dan textbook 2015–2025 dalam bahasa Indonesia atau Inggris. Total 20 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif berdasarkan hasil, metode, dan konteks wilayah penelitian. Hasil: Sebagian besar studi menunjukkan penurunan cakupan imunisasi dasar selama pandemi, berkisar 18–30% di berbagai daerah. Faktor yang memengaruhi penurunan adalah ketakutan orang tua terhadap penularan COVID-19, akses fasilitas kesehatan yang terbatas, kebijakan pembatasan mobilitas, kurangnya sosialisasi, keterbatasan tenaga kesehatan, serta faktor sosiodemografis seperti pendidikan dan pengetahuan ibu. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa dukungan keluarga, kualitas layanan, serta intervensi pendidikan kesehatan mampu meningkatkan kembali cakupan imunisasi. Beberapa daerah mulai menunjukkan pemulihan cakupan pada 2021–2022. Kesimpulan: Pandemi COVID-19 berdampak signifikan terhadap penurunan cakupan imunisasi dasar balita di berbagai wilayah Indonesia. Faktor dominan yang berpengaruh meliputi pengetahuan ibu, dukungan keluarga, akses layanan, serta persepsi risiko terhadap COVID-19. Upaya pemulihan cakupan diperlukan melalui peningkatan edukasi, penguatan layanan primer, pemerataan akses posyandu, serta strategi mitigasi agar program imunisasi tetap berjalan dalam kondisi krisis.