Latar Belakang: Layanan kesehatan rawat jalan di Indonesia menghadapi tantangan efisiensi dan kepuasan pasien. RS TNI AL dr. Mintoharjo mencatat skor kepuasan awal hanya 2,38 (skala 1–4) dengan keluhan dominan pada administrasi dan koordinasi antarpetugas. Tujuan: Mengevaluasi pengaruh sistem pelayanan satu pintu terhadap kepuasan pasien pada lima dimensi SERVQUAL (tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy). Metode: Desain kuasi-eksperimental one-group pretest-posttest (n = 120) di Unit Rawat Jalan RS TNI AL dr. Mintoharjo, periode Januari–Maret 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner SERVQUAL termodifikasi (22 item, skala Likert 1–5). Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test (? = 0,05). Hasil: Sistem satu pintu meningkatkan kepuasan pasien signifikan pada semua dimensi (p < 0,001; r = 0,70–0,90). Responsiveness menunjukkan peningkatan tertinggi (median +0,43; r = 0,90), diikuti empathy (r = 0,89) dan assurance (r = 0,82), sejalan dengan penurunan waktu tunggu dari 42 menit menjadi 16 menit. Simpulan: Penerapan Sistem Pelayanan Satu Pintu secara signifikan meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan, membuktikan efektivitas reformasi alur layanan patient-centered dalam mengatasi hambatan birokrasi rumah sakit militer. Saran: Adopsi luas melalui pelatihan perawat intensif (minimal 2 hari) fokus pada integrasi tugas administratif dan komunikasi terapeutik.
Copyrights © 2026