Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk serta fungsi tuturan eufemisme dan mitigasi dalam persidangan kasus Ferdy Sambo melalui pendekatan linguistik forensik. Kajian ini penting karena bahasa dalam ruang sidang tidak hanya berperan sebagai sarana penyampaian fakta hukum, tetapi juga sebagai strategi komunikasi untuk mengelola citra diri, mereduksi tanggung jawab, dan menegosiasikan relasi kuasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa rekaman video persidangan yang diperoleh melalui beberapa kanal YouTube. Data dianalisis menggunakan teori kesantunan Brown & Levinson (1987) yang menekankan konsep positive face dan negative face. Hasil penelitian menunjukkan lima bentuk eufemisme, seperti penghalusan tindakan kriminal dan penggunaan diksi formal seperti “penembakan” dan “pemberhentian tidak terhormat”. Selain itu, ditemukan lima bentuk mitigasi yang diwujudkan melalui ungkapan ketidaktahuan, pelemahan kepastian, pengalihan tanggung jawab, dan penonjolan tekanan psikologis. Temuan ini menegaskan bahwa analisis bahasa memiliki peran penting dalam memahami strategi komunikasi hukum. Kata kunci: Linguistik Forensik; Eufemisme; Mitigasi; Persidangan Sambo
Copyrights © 2025