Indonesia mengalami peningkatan kasus gangguan mental yang mengkhawatirkan setiap tahunnya. Pada tahun 2019, Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan bahwa lebih dari 20 juta orang di seluruh dunia menderita skizofrenia. Obat antipsikotik merupakan pilihan pengobatan utama untuk skizofrenia, karena membantu mengurangi gejala psikotik dan menurunkan kemungkinan berkembangnya gangguan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penggunaan obat antipsikotik pada pasien skizofrenia di bangsal rawat inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif non-eksperimental dengan pengumpulan data retrospektif. Data sekunder digunakan untuk analisis. Penelitian ini memfokuskan pada 194 rekam medis pasien yang menerima pengobatan antipsikotik antara Januari hingga Desember 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,19% obat antipsikotik yang diresepkan adalah obat kombinasi, sementara 43,81% adalah obat tunggal. Kombinasi obat antipsikotik yang paling umum adalah haloperidol-klosapin, yang mencapai 36,60% dari resep, dan risperidon, sebagai obat tunggal, mencapai 19,67% dari resep
Copyrights © 2026