Sungai Mahakam mengalami penurunan kapasitas baik dari segi kualitas maupun kuantitas air, sehingga fungsi dan perannya sebagai sumber air bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai menjadi kurang optimal. Untuk menjaga kualitas air sesuai peruntukannya, diperlukan sistem pemantauan yang berkelanjutan dan terintegrasi secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kualitas air Sungai Mahakam secara berkala serta menentukan status mutunya berdasarkan data dari Stasiun KLHK 167 menggunakan sistem Online Monitoring (ONLIMO). Metode yang digunakan adalah analisis Indeks Pencemaran (IP) dengan parameter Amonia, BOD, COD, DO, TSS, dan TDS. Data dikumpulkan dan dianalisis secara daring melalui sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang bekerja secara otomatis dan real-time. Hasil pemantauan selama bulan Oktober 2025 menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Mahakam berada pada kategori cemar sedang selama 14 hari (50%) dan cemar berat selama 2 hari (7,14%) dari total 28 hari pengamatan, sedangkan sisanya tergolong cemar ringan hingga memenuhi baku mutu. Nilai amonia yang tinggi mencapai 11,39% menjadi faktor dominan penyebab pencemaran. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan sistem ONLIMO sebagai alat pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi perubahan kualitas air secara cepat dan mendukung upaya pengendalian pencemaran di wilayah Sungai Mahakam.
Copyrights © 2025