Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGGUNAAN MEDIA SARANG TAWON DAN BIOBALL PADA BIOFILTER AEROB PADA PENGOLAHAN LIMBAH CAIR LAUNDRY Apema, Fherlita Deviana; Rahayu, Dwi Ermawati; Adnan, Fahrizal; Waryati, Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 7, No 1 (2023): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v7i1.11809

Abstract

Pesatnya perkembangan usaha jasa laundry dapat memberikan andil terhadap pencemaran air yang berasal dari pembuangan limbah hasil pencucian yang tidak diolah terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan kandungan TSS, COD, BOD, ammonia, MBAS, dan phosphor dari limbah laundry yang cukup tinggi. Teknologi biofilter aerob dapat dimanfaatkan dalam pengolahan limbah laundry. Pada penelitian ini, dilakukan perbandingan biofilter antara jenis media sarang tawon terhadap bioball dengan menggunakan variasi waktu. Metode yang digunakan adalah sistem batch yang dimulai dengan proses seeding dan aklimatisasi selama 14 hari. Parameter yang dianalisis adalah parameter BOD, COD, TSS, total fosfat dan pH, Variasi waktu tinggal yang digunakan adalah 4, 6, 8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media bioball lebih efektif dalam menurunkan parameter BOD sebesar 88,72%, COD 86%, TS 78,95%S, total fosfat 69,43% dan pH dari 8,7 menjadi 7,7 pada limbah cair laundry. Adapun waktu tinggal yang paling efektif yaitu selama 12 jam. Hal ini menunjukkan bahwa semakin lama waktu tinggal, maka semakin besar zat organik yang didegradasi oleh mikroba semakin besar. Efektifitas bioball ini dimungkinkan karena luas permukaan media yang lebih besar dan bentuk bioball yeng memungkinkan bergerak di reaktor.
ANALISIS PENGARUH VARIASI JENIS ELEKTRODA DAN WAKTU KONTAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ELEKTROKOAGULASI PADA PENJERNIHAN AIR GAMBUT Waryati, Waryati; Ibrahim, Ibrahim; Dharmawan, Adilla Dwicahya; Adnan, Fahrizal; Huda, Hairul
Jurnal Chemurgy Vol 8, No 2 (2024): Jurnal Chemurgy-Desember 2024
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v8i2.17323

Abstract

Air gambut adalah sumber air alternatif untuk menyediakan air bersih di Pulau Kalimantan. Air gambut harus dijernihkan karena berwarna (merah kecoklatan), memiliki pH rendah (3-5), dan banyak mengandung zat organik. Penelitian ini mengamati efek berbagai jenis elektroda dan waktu kontak pada prosedur elektrokoagulasi untuk mengetahui seberapa efektif elektrokoagulasi dalam penjernihan air gambut. Ini karena elektrokoagulasi dapat digunakan untuk mengurangi kadar logam, keasaman, dan kandungan organik dalam air gambut. . Penelitian ini menggunakan berbagai jenis plat elektroda aluminium (Al)-aluminium (Al) dan aluminium (Al)-karbon (C), serta interval waktu kontak 45, 90 dan 120 menit. Parameter pengamatan yaitu keasaman (pH), mangan (Mn), BOD, dan COD. Dalam penelitian ini, jenis plat elektroda yang digunakan serta waktu kontak yang digunakan dipengaruhi oleh arus listrik  yang diberikan. Dengan waktu kontak 45 menit, jenis plat Al-C adalah yang terbaik untuk menjernihkan air gambut dengan efisiensi 99,99%. Parameter penyisihan mangan (Mn) turun dari 0,17 mg/L menjadi 0,03 mg/L, dan efisiensi kebutuhan oksigen biologi (BOD) mampu mencapai  99,99%.
ADSORPTION OF LAUNDRY WASTEWATER POLLUTANS WITH A MIXTURE OF PDAM SLUDGE AND DURIAN PEEL ADSORBENT (Durio Zibethinus) Ibrahim, ibrahim; waryati, waryati; rahayu, dwi ermawati; Tamrin, Tamrin; Aditya, Rizki Andri Ahmad
Jurnal Chemurgy Vol 9, No 1 (2025): Jurnal Chemurgy-Juni 2025
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/cmg.v9i1.20312

Abstract

High levels of phosphates and surfactants will cause rapid organism growth, which can lead to dissolved oxygen depletion, reduce water environment quality, and be harmful to biota. One of the treatments that can be performed to process laundry wastewater is the adsorption process. The wastewater treatment conducted in this study uses adsorbents from durian peels and PDAM sludge. Research about the adsorbents is related to the carbonization temperature, chemical activator, stirring speed, and contact time of the adsorbents with the laundry wastewater. This study aims to determine the effectiveness of durian peel adsorbent, PDAM sludge, and a mixture both of adsorbents . The adsorbents that have been made were tested for characteristics such as moisture content, ash content, volatile matter, pure carbon, iodine absorption, surface area, and specific pores. The variations used were contact times of 15, 30, 45, and 60 minutes and types of adsorbents: durian peel, PDAM sludge, and a mixture both of adsorbents. The results showed that durian skin and PDAM sludge adsorbents meet the SNI 06-3730-1995 adsorbent characteristics, except that iodine absorption did not meet. The most effective contact time of durian peel adsorbent in reducing phosphate and surfactant levels was 15 minutes. The most effective contact time of PDAM sludge adsorbent and a mixture of the two adsorbent in reducing phosphate levels is 15 minutes, and for surfactant, it is 45 minutes. Further research that can be done is to make adsorbents at different temperatures from this study.
Effect of Voltage and Electrode Pair Variation on Acid Mine Drainage Effluent Using Electrocoagulation Method Ibrahim, Ibrahim; Maulia, Dessy; Nugroho, Searphin; Waryati, Waryati
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coal mining activities can produce acid mine drainage (AMD) from open pit mining activities and will impact soil and groundwater quality. One method for treating AMD is electrocoagulation, which is considered more environmentally friendly. This research was conducted on a laboratory scale by analyzing the effect of voltage variations of 20, 22, and 24 V and the type of electrode pair on the electrocoagulation method with Al—Al and Al—C plates to determine its effectiveness in purifying AMD. The results obtained are all test variations show good efficiency, where TSS, Fe, and Mn are around 89-99%, along with the increase of pH from acidic to neutral conditions. The study also shows that Al on the cathode tends to show less optimal results when compared to the kind of plate that uses C on the cathode. The effect of voltage from the electrocoagulation method to determine how fast or slow a floc will form, the greater the voltage produced, the faster the processing results will be formed, and vice versa.
PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK KEMASAN KOSMETIK SEBAGAI AGREGAT KASAR DALAM PEMBUATAN BATA BETON (PAVING BLOCK) Khairunnisa, Ariqah; Wijayanti, Dyah Wahyu; Waryati, Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23563

Abstract

Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara penyumbang plastik terbanyak, tidak terkecuali limbah plastik kemasan kosmetik. Limbah plastik yang tidak terolah dengan baik dapat mencemari TPA maupun lingkungan laut, karena membutuhkan waktu yang cukup lama untuk terurai. Pemanfaatan plastik menjadi bata beton dapat menjadi upaya dalam menanggulangi permasalahan lingkungan yang diakibatkan oleh sampah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi persentase dan jenis limbah plastik kemasan kosmetik terhadap kualitas fisik dalam pembuatan bata betonberdasarkan SNI 03-0691-1996, serta mengetahui volume limbah plastik yang dapat direduksi dan nilai ekonomis yang dihasilkan. Penelitian dilakukan secara eksperimental laboratorium dengan jenis limbah plastik yang digunakan adalah PET, HDPE, dan PP dengan persentase 0%, 2,5%, dan 5%. Bentuk bata beton yang digunakan, yaitu segi enam dengan ukuran 20 × 23 × 6 cm. Pengeraman bata beton dilakukan selama 28 hari, kemudian diuji kuat tekan dan daya serap air. Hasil menunjukkan komposisi terbaik terdapat pada bata beton PB2 PP, dengan kuat tekan sebesar 30,8 MPa dan daya serap air 7,98%. Penggunaan limbah plastik sebanyak 5% atau 0,22 kg dapat mereduksi volume limbah hingga 2,364 kg/m2. Analisis ekonomi menunjukkan penggunaan limbah plastik dapat menurunkan biaya produksi hingga 5 – 7% dibandingkan bata beton tanpa penambahan plastik.
PENENTUAN STATUS MUTU AIR SUNGAI MAHAKAM MENGGUNAKAN TEKNOLOGI ONLINE MONITORING (ONLIMO) PADA STASIUN KLHK 167 KOTA SAMARINDA Faradilla, Rahmahtriananda; Zulya, Febrina; Khairunnisa, Khairunnisa; Ibrahim, Ibrahim; Waryati, Waryati
Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL Vol 9, No 2 (2025): Jurnal Teknologi Lingkungan UNMUL
Publisher : Mulawarman University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtlunmul.v9i2.23093

Abstract

Sungai Mahakam mengalami penurunan kapasitas baik dari segi kualitas maupun kuantitas air, sehingga fungsi dan perannya sebagai sumber air bagi masyarakat di sepanjang aliran sungai menjadi kurang optimal. Untuk menjaga kualitas air sesuai peruntukannya, diperlukan sistem pemantauan yang berkelanjutan dan terintegrasi secara daring.  Penelitian ini bertujuan untuk memantau kualitas air Sungai Mahakam secara berkala serta menentukan status mutunya berdasarkan data dari Stasiun KLHK 167 menggunakan sistem Online Monitoring (ONLIMO). Metode yang digunakan adalah analisis Indeks Pencemaran (IP) dengan parameter Amonia, BOD, COD, DO, TSS, dan TDS. Data dikumpulkan dan dianalisis secara daring melalui sistem pemantauan berbasis Internet of Things (IoT) yang bekerja secara otomatis dan real-time. Hasil pemantauan selama bulan Oktober 2025 menunjukkan bahwa kualitas air Sungai Mahakam berada pada kategori cemar sedang selama 14 hari (50%) dan cemar berat selama 2 hari (7,14%) dari total 28 hari pengamatan, sedangkan sisanya tergolong cemar ringan hingga memenuhi baku mutu. Nilai amonia yang tinggi mencapai 11,39% menjadi faktor dominan penyebab pencemaran. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan sistem ONLIMO sebagai alat pemantauan berkelanjutan untuk mendeteksi perubahan kualitas air secara cepat dan mendukung upaya pengendalian pencemaran di wilayah Sungai Mahakam.