Perubahan paradigma kurikulum menuntut sekolah untuk mengelola pembelajaran secara lebih fleksibel, humanis, dan kontekstual. Kurikulum Deep Learning hadir sebagai pendekatan yang menekankan nilai empati, relasi pedagogis, dan penghargaan terhadap keberagaman potensi peserta didik. Dalam konteks tersebut, manajemen kurikulum berbasis fleksibilitas menjadi strategi penting yang memerlukan transformasi peran kepala sekolah, tidak lagi sebatas administrator, tetapi sebagai pemimpin pembelajaran yang mendukung kreativitas guru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi peran kepala sekolah dalam manajemen kurikulum fleksibel berkontribusi terhadap penguatan kreativitas guru di era Kurikulum Deep Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku referensi, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fleksibilitas kurikulum yang didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah memungkinkan guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran, menyesuaikan strategi pedagogis dengan kebutuhan peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang bermakna dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Deep Learning sangat ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam membangun budaya sekolah yang suportif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026