Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Vitamin C Terhadap Kadar Kolesterol Total Serum Tikus Jantan Hiperlipidemia Setelah Perlakuan Jus Lidah Buaya (Aloe vera Linn) Endang Sri Sunarsih; Slamet Pamuji
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 05 No. 02 Agustus 2007
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3348.686 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin C terhadap kadar kolesterol total serum tikus hiperlipidemia yang telah di beri jus Aloe vera. Linn. Penelitian dilakukan dengan desain Pre and Post Randomized Controlled  Group Design, menggunakan tikus Wistar yang telah dibuat hiperlipidemia. Tikus diberi jus Aloe vera Linn dengan dosis 4 ml/kg BB/hari selama 15 hari. Kemudian dilanjutkan pemberian vitamin C selama 3 hari dengan dosis 3,38 mg/kg BB dan 11,25 mg/kg BB. Pemeriksaan kadar kolesterol total serum menggunakan metode  CHOD-PAP. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t berpasangan dan anova pada derajat kemaknaan  5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian vitamin C secara bermakna menurunkan kadar kolesterol total serum pada tikus hiperlepidemia yang telah diberi jus  Aloe vera. Linn. Peningkatan dosis vitamin C berpengaruh secara bermakna dalam menurunkan kadar kolestrol total serum tikus.
Manajemen Pendidikan dan Tata Kelola Informasi: Analisis Peran Media Online dalam Bingkai Hukum dan Kebijakan Digital: Penelitian Slamet Pamuji
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.2983

Abstract

This research discusses the role of online media corporations in influencing the direction of educational information through a digital legal and policy perspective. The development of information and communication technology has transformed the way people access and disseminate information, with online media becoming the dominant actor in shaping public opinion, including in the field of education. However, the dominance of digital media corporations poses serious challenges, especially related to the spread of inaccurate, misleading, or manipulative content. The main issue lies in corporate criminal liability, considering that the Indonesian legal system still faces ambiguity in distinguishing individual responsibility from corporate entities. This research uses a normative legal approach with a prescriptive nature, focusing on the analysis of laws and regulations, especially the Electronic Information and Transaction Law (ITE) and related criminal law provisions. Data was obtained through literature studies on primary, secondary, and tertiary legal materials. Qualitative analysis is carried out to interpret legal norms systematically and critically. The results of the study show that although the ITE Law has recognized corporations as legal subjects, its implementation still faces substantial obstacles. Progressive criminal law reform, clear law enforcement technical guidelines, and increased digital literacy of the community are needed.
CONTRIBUTION OF VILLAGE FARMERS IN SUPPORTING GOLDEN INDONESIA 2045 Titin; Safruddin; Magdalena Sunarty Pareira; Didi Tarmidi; Slamet Pamuji
INTERNATIONAL JOURNAL OF ECONOMIC LITERATURE Vol. 2 No. 4 (2024): April
Publisher : Adisam Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The role of farmers, especially those in villages, has an important role in the running of the national economy, but there is a lack of supporting alternatives for the sustainability of the agricultural sector in rural areas. The future of Indonesian agriculture is threatened by the decreasing interest of the younger generation in engaging in agriculture, especially food farming. The Golden Indonesia 2045 generation farmers play an important role in realizing sustainable food through competencies that are in line with the Industrial Revolution 4.0. Indonesia has 84.4 million people who are young people under the age of 18 years. Of that number, 20-30 percent are expected to become Indonesian Golden Generation farmers in 2045 or when the 100th anniversary of the independence of the Republic of Indonesia will be under 40 years old who can create food self-sufficiency for Indonesia. This research is qualitative research with a descriptive approach. Researchers use research data in the form of secondary data obtained from a number of credible sources such as scientific articles, books and a number of other sources that are credible and commonly used in research. These data were analyzed using analytical tools with stages of data collection, data selection, data reduction and drawing conclusions.
TIDUR SIANG SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KONSENTRASI BELAJAR PADA SISWA SD MUHAMMADIYAH 4 ZAMZAM Slamet Pamuji
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 1 No. 1 (2024): FEBRUARI - MARET 2024
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tidur siang terhadap konsentrasi belajar pada siswa SD Muhammadiyah 4 Zamzam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian literasi yang mengkaji berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian, seperti buku, jurnal, artikel dan laporan. Penelitian ini juga menggunakan metode pengumpulan data lewat internet, seperti internet searching, untuk mendapatkan data primer dan sekunder dari situs web, media sosial, dan platform online lainnya yang berhubungan dengan pelajaran tidur siang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidur siang memiliki dampak positif terhadap konsentrasi belajar siswa, karena dapat meningkatkan konsentrasi, kesehatan, dan suasana hati mereka. Siswa juga merasa senang dan nyaman dengan pelajaran tidur siang, karena dapat mengurangi stres, kelelahan, dan kebosanan yang timbul akibat belajar sepanjang hari. Pelajaran tidur siang juga mendapat dukungan dari orang tua dan guru, yang melihat adanya perubahan positif pada perilaku dan prestasi siswa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelajaran tidur siang merupakan salah satu inovasi pendidikan yang efektif dan bermanfaat untuk meningkatkan konsentrasi belajar pada siswa SD Muhammadiyah 4 Zamzam. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa pelajaran tidur siang dapat dijadikan sebagai model pembelajaran alternatif yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain yang menerapkan full day school.
Manajemen Kurikulum Berbasis Fleksibilitas: Transformasi Peran Kepala Sekolah Dalam Mendukung Kreativitas Guru di Era Kurikulum Deep Learning Slamet Pamuji; Ilzam Habik
Jurnal Harmoni Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Harmoni Pendidikan
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jhp.v2i1.149

Abstract

Perubahan paradigma kurikulum menuntut sekolah untuk mengelola pembelajaran secara lebih fleksibel, humanis, dan kontekstual. Kurikulum Deep Learning hadir sebagai pendekatan yang menekankan nilai empati, relasi pedagogis, dan penghargaan terhadap keberagaman potensi peserta didik. Dalam konteks tersebut, manajemen kurikulum berbasis fleksibilitas menjadi strategi penting yang memerlukan transformasi peran kepala sekolah, tidak lagi sebatas administrator, tetapi sebagai pemimpin pembelajaran yang mendukung kreativitas guru. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana transformasi peran kepala sekolah dalam manajemen kurikulum fleksibel berkontribusi terhadap penguatan kreativitas guru di era Kurikulum Deep Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi literatur terhadap jurnal ilmiah, buku referensi, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa fleksibilitas kurikulum yang didukung oleh kepemimpinan kepala sekolah memungkinkan guru untuk mengembangkan inovasi pembelajaran, menyesuaikan strategi pedagogis dengan kebutuhan peserta didik, serta menciptakan lingkungan belajar yang bermakna dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Deep Learning sangat ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah dalam membangun budaya sekolah yang suportif, reflektif, dan berorientasi pada pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
Strategi Kepemimpinan Visioner dalam Manajemen Pendidikan Upaya Menciptakan Budaya Organisasi Unggul dan Daya Saing Global Slamet Pamuji; Nobon Aditya
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia
Publisher : Atha Publishing Globalindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64845/jimi.v2i1.151

Abstract

Persaingan antar sekolah di era globalisasi dan digitalisasi menuntut lembaga pendidikan untuk memiliki daya saing yang berkelanjutan, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga dari kualitas manajemen dan budaya organisasinya.. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepemimpinan visioner dalam manajemen pendidikan serta perannya dalam membentuk budaya organisasi unggul guna meningkatkan daya saing sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan, meliputi jurnal nasional dan internasional, buku referensi, serta dokumen kebijakan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner berkontribusi signifikan dalam menetapkan arah strategis sekolah, menginternalisasikan nilai-nilai organisasi, serta menciptakan iklim kerja yang kolaboratif dan inovatif. Budaya organisasi yang unggul terbentuk melalui konsistensi nilai, keteladanan pemimpin, dan partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Budaya tersebut selanjutnya menjadi modal strategis dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, kepercayaan masyarakat, serta daya saing sekolah di tingkat lokal maupun global. Artikel ini menegaskan bahwa kepemimpinan visioner tidak hanya berfungsi sebagai penggerak perubahan, tetapi juga sebagai fondasi utama dalam pembangunan budaya organisasi yang adaptif dan berorientasi pada keunggulan berkelanjutan.