Abstrak: Pecampuran pakan yang masih manual dengan waktu yang lama dan hasil yang tidak homogen menjadi permasalahan dalam peternakan. Tujuan program ini adalah meningkatkan hard skill anggota peternak dalam mengoperasikan mesin pengaduk pakan berbasis ESP32 berkapasitas 100 kg sehingga dapat meningkatkan efektivitas pencampuran pakan dari kapasitas 20–30 kg manual menjadi 100 kg per siklus. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan participatory learning and action (PLA) dengan menggunakan 7 tahapan yaitu: (1) kajian dan analisis kebutuhan, (2) persiapan, (3) pembuatan teknologi, (4) sosialisasi dan edukasi, (5) pelatihan, (6) pendampingan dan evaluasi, dan (7) penutupan. Penerapan mesin ini dilakukan kepada 34 anggota kelompok ternak Sumber Mendho Nusantara di Desa Sumberpucung, Kabupaten Malang. Evaluasi menggunakan angket pre-test dan post-test dengan indikator adanya peningkatan hard skill mitra dalam mengoperasikan mesin. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman secara keseluruhan sebesar dari 46,67% menjadi 88,08% dengan rincian sebagai berikut: aspek pengetahuan pakan meningkat 20,11%, aspek teknologi mesin dan produksi meningkat 54,57%, aspek pelatihan dan pendampingan meningkat 54,13%, serta aspek dampak dan keberlanjutan meningkat 36,68%. Pendekatan PLA terbukti efektif dalam meningkatkan hard skill mitra, khususnya dalam penguasaan teknologi.Abstract: Manual feed mixing, which takes a long time and results in non-homogeneous output, is a problem in animal husbandry. The program aimed to enhance the hard skills of farmer members in operating an ESP32-based feed mixer machine with a capacity of 100 kg, thereby improving feed mixing efficiency from a manual capacity of 20–30 kg to 100 kg per cycle. The implementation method uses the participatory learning and action (PLA) approach with 7 stages: (1) needs assessment and analysis, (2) preparation, (3) technology development, (4) socialization and education, (5) training, (6) mentoring and evaluation, and (7) closing. The machine was implemented among 34 members of the Sumber Mendho Nusantara livestock group in Sumberpucung Village, Malang Regency. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires with the indicator of improved hard skills of partners in operating the machine. The evaluation results show an overall improvement in understanding from 46.67% to 88.08%, with the following breakdown: feed knowledge aspect increased by 20.11%, machine technology and production aspect increased by 54.57%, training and mentoring aspect increased by 54.13%, and impact and sustainability aspect increased by 36.68%. The PLA approach proved effective in improving partners' hard and soft skills, particularly in mastering technology, feed production management, and business sustainability awareness.
Copyrights © 2025