Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan modul ajar AutoCAD terhadap hasil belajar siswa kelas X Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) SMK Negeri 35 Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang memperoleh pembelajaran dengan penambahan modul ajar AutoCAD dan kelas kontrol yang mengikuti pembelajaran tanpa modul ajar, dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penilaian proyek menggambar AutoCAD yang dilaksanakan selama empat pertemuan pembelajaran. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji independent samples t-test serta analisis koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan modul ajar AutoCAD belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas X DPIB SMK Negeri 35 Jakarta. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,016 menunjukkan bahwa penggunaan modul ajar AutoCAD memberikan kontribusi sebesar 1,6% terhadap variasi hasil belajar siswa, sedangkan 98,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel penelitian. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul ajar AutoCAD belum efektif apabila digunakan sebagai satu-satunya media pembelajaran. Namun, modul ajar tetap memiliki potensi sebagai bahan ajar pendamping yang dapat mendukung pembelajaran mandiri siswa apabila dikombinasikan dengan media dan strategi pembelajaran yang lebih variatif
Copyrights © 2026