People pleasing merupakan kecenderungan individu untuk memenuhi harapan orang lain dan mengorbankan kebutuhan pribadi demi validasi sosial. Pada konteks mahasiswa, pola ini dapat berdampak pada meningkatkan tekanan sosial, ketidakmampuan individu untuk menolak permintaan, hingga memperburuk Kesehatan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling asertif sebagai pendekatan yang dapat menanggulangi perilaku people pleasing. Penelitian ini bertujuan untuk membahas efektivitas penerapan konseling asertif dalam membantu mahasiswa untuk menyatakan kebutuhan, pendapat, dan batas diri secara tegas namun dengan cara yang tetap menghargai orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling asertif berperan dalam meningkatkan kemampuan individu untuk mengkomunikasikan keinginan pribadi, mengurangi rasa tidak enak hati berlebihan, serta memperkuat regulasi diri dalam situasi interpersonal yang secara langsung mengurangi kecenderungan people pleasing mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman diri, keberanian menolak permintaan yang tidak sesuai, serta penurunan beban psikologis terkait tuntutan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling asertif merupakan strategi intervensi yang relevan dan efektif untuk mengatasi pola people pleasing serta mendukung kesehatan mental mahasiswa.
Copyrights © 2025