Naufal Daffa Danendra
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIFITAS KONSELING ASERTIF DALAM MENGURANGI TEKANAN SOSIAL PADA MAHASISWA DENGAN POLA PEOPLE PLEASING: STUDI KASUS FIISABIILILLAH; Zharima Berlian Ningrum; Naufal Daffa Danendra; Mayse Shaella Yusel; Mila Yunita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.37575

Abstract

People pleasing merupakan kecenderungan individu untuk memenuhi harapan orang lain dan mengorbankan kebutuhan pribadi demi validasi sosial. Pada konteks mahasiswa, pola ini dapat berdampak pada meningkatkan tekanan sosial, ketidakmampuan individu untuk menolak permintaan, hingga memperburuk Kesehatan psikologis individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling asertif sebagai pendekatan yang dapat menanggulangi perilaku people pleasing. Penelitian ini bertujuan untuk membahas efektivitas penerapan konseling asertif dalam membantu mahasiswa untuk menyatakan kebutuhan, pendapat, dan batas diri secara tegas namun dengan cara yang tetap menghargai orang lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling asertif berperan dalam meningkatkan kemampuan individu untuk mengkomunikasikan keinginan pribadi, mengurangi rasa tidak enak hati berlebihan, serta memperkuat regulasi diri dalam situasi interpersonal yang secara langsung mengurangi kecenderungan people pleasing mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti intervensi menunjukkan peningkatan pemahaman diri, keberanian menolak permintaan yang tidak sesuai, serta penurunan beban psikologis terkait tuntutan sosial. Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling asertif merupakan strategi intervensi yang relevan dan efektif untuk mengatasi pola people pleasing serta mendukung kesehatan mental mahasiswa.
Analisis Sistem Pendidikan sebagai Sistem Terpadu dalam Meningkatkan Pembelajaran Bakhrudin All Habsy; Ine Muro'afah Harianto; Naufal Daffa Danendra
TSAQOFAH Vol 5 No 1 (2025): TSAQOFAH: Jurnal Penelitian Guru Indonesia
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v5i1.4498

Abstract

Education is an integral part of human life, where every individual receives education from their parents after birth. Educating a child from an early age is part of early education provided by the family, which gradually extends to education within certain institutions and the broader community. Education is crucial for human life, serving as a conscious effort to humanize individuals. In the educational process, it is not solely the responsibility of schools; all elements must play an equal role in advancing education. All components must contribute (Ika Purwaningsih, 2022) (Abd Rahman BP S. a., 2022) and connect with each other in developing educational institutions or sustaining the educational process. A system is a complex unit of interconnected components working together to achieve optimal goals. The components that enable the educational process include educational objectives, students, education providers, parents, teachers/educators, community and religious leaders, the educational interaction between students and educators, and the content of education.