Durasi screen time yang tinggi pada anak usia 4-5 tahun sering dikaitkan dengan keterlambatan bicara, yang bisa memengaruhi kemampuan komunikasi mereka. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisis dampak penggunaan gadget terhadap perkembangan bahasa anak, khususnya dalam keterlambatan bicara. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen berupa wawancara, lembar observasi, serta dokumentasi perkembangan bahasa anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan orang tua dan terapis, serta dokumentasi terkait perkembangan bahasa anak lalu kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa anak yang terpapar screen time yang tinggi mengalami kesulitan dalam mengucapkan kata dan menyusun kalimat, meskipun ada perkembangan dalam kemampuan berbicara sesudah mendapatkan terapi. Jenis konten yang dikonsumsi juga berpengaruh pada perkembangan bahasa, dengan paparan pada konten yang tidak sesuai usia memperburuk keterlambatan bicara pada anak. Kesimpulan dari penelitian menunjukkan bahwa screen time berdampak negatif terhadap perkembangan bahasa anak, terutama pada kemampuan mengucapkan kata, menyusun kalimat, serta memahami bahasa. Kurangnya interaksi langsung dan konsumsi konten yang tidak sesuai usia turut memperburuk kondisi tersebut. Penelitian juga menemukan bahwa semakin lama durasi screen time, semakin tinggi tingkat keterlambatan bicara. Oleh karena itu, penelitian merekomendasikan pembatasan durasi layar, pemilihan konten yang tepat, dan peningkatan interaksi langsung untuk mendukung perkembangan bahasa anak.
Copyrights © 2026