Indonesia merupakan salah satu negara dengan kerentanan bencana tertinggi di dunia, namun pemahaman siswa terhadap konsep geografi kebencanaan masih rendah karena materi bersifat abstrak dan sulit divisualisasikan. Kondisi ini menunjukkan perlunya media pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani konsep teori dengan fenomena bencana nyata. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) dalam meningkatkan pemahaman siswa. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimen dengan desain one-group pretest–posttest pada siswa sekolah menengah. Instrumen penelitian meliputi angket analisis kebutuhan, tes pretest–posttest, serta angket respon siswa dan guru. Hasil analisis kebutuhan menunjukkan 95% responden belum pernah menggunakan AR, namun mayoritas memiliki sikap positif terhadap penerapannya. Materi vulkanisme dan pergerakan lempeng dinilai paling sulit sehingga membutuhkan dukungan visualisasi 3D. Hasil tes menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 69,70 menjadi 80,75, dan uji t menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,000). Respon siswa sangat positif, terutama pada aspek visualisasi 3D (4,7) dan peningkatan pemahaman konsep (4,6). Guru juga memberikan penilaian tinggi (4,8) terhadap kemanfaatan AR dalam membantu penyampaian materi. Dengan demikian, AR terbukti efektif meningkatkan motivasi dan pemahaman siswa, serta berpotensi menjadi solusi inovatif dalam pembelajaran geografi.
Copyrights © 2026