Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara faktor pelindung berupa dukungan keluarga, sekolah, dan program desa dengan resiliensi anak di Desa Kedamin Hulu, Kapuas Hulu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus ganda terhadap 10 anak usia 8–14 tahun dari keluarga kurang mampu, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah. Hasil menunjukkan tiga pola resiliensi: tinggi (5 anak), sedang (3 anak), dan rendah (2 anak). Resiliensi tinggi berkaitan dengan afirmasi emosional orang tua, dukungan saudara, serta partisipasi aktif dalam kelompok belajar dan kegiatan PKK/posyandu yang meningkatkan kehadiran sekolah. Sebaliknya, resiliensi rendah dipengaruhi oleh kekerasan fisik, isolasi sosial, dan beban kerja rumah tangga. Temuan menegaskan bahwa resiliensi anak di wilayah perbatasan dibentuk oleh ekologi sosial lokal, sehingga layanan Bimbingan dan Konseling berbasis komunitas relevan untuk penguatan kesehatan mental anak
Copyrights © 2025