Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

INTENSIVE PARENTING TRAINING AND BASED ON CHILDREN PROTECTION IN THE COMMUNITY OF BLITAR REGENCY Zuhdi, Muhammad Sholihuddin
EDUKASI: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Muhammadiyah Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (107.479 KB)

Abstract

 In this era, there are many parents who are too busy to work with the aim of meeting their daily needs and social demands, in the end there are some parents who neglect their children or often scold their children because they feel tired from their work. Improper treatment of children will have a negative impact on children. In this paper we will discuss parenting training for parents who have difficulty in caring for children. The method used is the Rapid Rural Appraisal (RRA) method is a method in advancing the situation and conditions in an area (rural or urban), a fast step here is to find data and information quickly from various sources In this service, data and information were obtained from the community, the child protection commission in the Wonodadi sub-district, and influential figures in the Pikatan village community. The result of the training is that there are changes in parents who initially have an authoritarian parenting gradually improve and apply parenting according to the needs of the child.
RESILIENSI PADA IBU SINGLE PARENT (Studi Kasus pada Ibu Single Parent di Dusun Karang Tengah, Desa Pikatan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar) Zuhdi, Muhammad sholihuddin
Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Vol 3 No 1 (2019)
Publisher : UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21274/martabat.2019.3.1.141-160

Abstract

Ibu single parent adalah seorang ibu yang ditinggal oleh suaminya karena kematian atau perceraian. Ibu yang menjadi single parent memiliki peran ganda untuk keluarganya seperti mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan, merawat anak dan mengurus rumah. Peran ganda yang dialami oleh ibu single parent tentunya memiliki masalah yang kompleks. Resiliensi merupakan kemmpuan ibu single parent dalam menghadapi masalah yang dialaminya setiap hari sehingga mampu beradaptasi dengan keadaanya. Dari ketebalan iman serta dukungan para saudara dan teman dapat meningkatkan resiliensi seorang ibu single parent. Di dusun karang tengah desa pikatan kecamatan wonodadi blitar diketahui banyak ibu single parent yang memiliki peran ganda untuk keluarganya. Hal ini dikarenakan kematian suami dan perceraian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui masalah-masalah yang dihadapi oleh ibu single parent dan untuk mengetahui bagaimana resiliensi ibu single parent di dusun karang tengah. Beberapa ibu single parent di dusun karang tengah menjadi subjek penelitian. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan wawancara mendalam, Observasi Partisipan dan Teknik dokumentasi. Selanjutnya  analisis pengumpulan data dengan reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan verivikasi data (conclution drawing/ verivication). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa masalah-masalah yang dihadapi oleh ibu single parent di susun karang tengah dalam menjalankan fungsi keluarga meliputi masalah ekonomi, masalah sosial dan masalah keluarga. Bentuk resiliensi ibu single parent di dusun Karang Tengah adalah mereka selalu bersyukur dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT mereka percaya akan kuasaNya sehingga sikap optimisme, empati, dan meregulasi emosi dapat mereka kuasai.
Konseling Individu dalam Upaya Pemulihan Psikis Anak Korban Pedofilia Di Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Lampung Aisyah, Umi; Toharudin, Didin; Zuhdi, Muhammad Sholihuddin
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 4 No. 1 (2024): Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jwcs.v4i1.22981

Abstract

AbstrackUntil now, many children have become victims of pedophilic sexual crimes. Pedophilia is defined as a sexual disorder in which adults have sexual attraction or fantasies towards children or pre-pubertal children. Victims of pedophilic abuse experience many problems, not only physical problems but also psychological problems. Psychologically, they experience anxiety disorders, trauma, loss of self-confidence, fear of meeting other people, and become closed individuals and they will even become pedophiles if not handled properly. For this reason, there must be various efforts to help psychologically recover children who are victims of pedophilia, one of which can be through individual counseling. Individual counseling is an assistance service provided by a counselor to a client directly or face to face with the aim of resolving problems experienced by the client by making the client aware and developing the client's personality so that the client can anticipate the problems being faced. This research is a qualitative research with data collection using observation and semi-structured interviews to determine the process of implementing individual counseling in efforts to psychologically recover children who are victims of pedophilia which is carried out at the UPTD PPA in Lampung province.Keyword: Individual Counseling, pedophilia, psychological recoveryAbstrakHingga saat ini banyak anak yang menjadi korban kejahatan seksual pedofilia. Pedofilia didefinisikan sebagai kelainan seksual di mana orang dewasa memiliki ketertarikan atau fantasi seksual terhadap anak-anak atau anak pra-pubertas. Korban pelecehan pedofilia mengalami banyak permasalahan tidak hanya masalah fisik tetapi juga masalah psikis. Secara psikis mereka mengalami gangguan kecemasan, trauma, hilangnya kepercayaan diri, takut bertemu orang lain, dan menjadi pribadi yang tertutup dan bahkan mereka akan mejadi pelaku pedofil apabila tidak ditangani dengan tepat. Untuk itu harus ada berbagai upaya untuk membantu memulihkan secara psikis anak korban pedofilia salah satunya dapat melalui konseling individu. Konseling individu merupakan layanan bantuan yang diberikan oleh konselor kepada seorang klien secara langsung atau bertatap muka dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah yang dialami klien dengan cara menyadarkan dan mengembangkan pribadi klien agar klien dapat mengantisipasi permasalahan yang sedang dihadapi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara semi terstruktur untuk mengetahui proses pelaksanaan konseling individu dalam upaya pemulihan psikis anak korban pedofilia yang dilakukan di UPTD PPA provinsi Lampung.Kata kunci: Konseling Individu, pemulihan psikis, pedofilia
Self-Harm in Indonesian Adolescents and Undergraduates (2015–2025): A Bibliometric and Science-Mapping Study with Guidance and Counseling Implications Navion, Febranti Putri; Widyarto, Wikan Galuh; Azmi, Khilman Rofi'; Zuhdi, Muhammad Sholihuddin; Cahyono, Febri Tri; Machfud, Muchammad Saiful; Arifuddin, Alfan
Buletin Konseling Inovatif Vol. 5, No. 3
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objective of this study is to map a decade (2015–2025) of Indonesian research on self-harm among secondary-school students and undergraduates while examining its implications for guidance and counseling practice in schools and universities. The methods applied were a bilingual, population-bounded bibliometric design in which data were retrieved from Google Scholar using Publish or Perish (PoP), screened through a PRISMA-guided protocol, and analyzed with performance indicators such as annual output, sources, top documents, and citation trends, complemented by science-mapping techniques including keyword harmonization and VOSviewer-based co-word networks. The results show that from 440 records initially retrieved, 119 studies met the eligibility criteria, with research output accelerating significantly after 2021, peaking in 2024, and showing comparable momentum in 2025. Publications were dispersed across fragmented venues, with citations concentrated in a few national journals, and thematic clusters focused on adolescents, social media, cyberbullying, depression, anxiety, and suicidal ideation, while intervention models, validated measurement tools, and evaluative studies remained underrepresented. The conclusions drawn indicate that Indonesian research on self-harm has expanded rapidly yet remains largely descriptive, thereby underscoring the need for nationally representative prevalence studies, the development and rigorous evaluation of culturally grounded counseling interventions, cross-database triangulation to enhance visibility, and the systematic embedding of guidance and counseling practices into intervention research to advance both scientific relevance and practical impact. Nevertheless, this study is limited by its reliance on a single database (Google Scholar), a single-reviewer screening process, and citation-based indicators that may not be directly comparable with WoS/Scopus metrics.