Penelitian ini menganalisis pengaruh implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) terhadap kepuasan kerja karyawan PT Agung Sarana Persada Kota Kendari. Tingginya angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi Indonesia yang mencapai 41,2% dari total kasus nasional pada tahun 2022 menunjukkan urgensi penerapan sistem K3 yang komprehensif sebagai upaya perlindungan pekerja dan peningkatan kesejahteraan psikologis karyawan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal terhadap seluruh populasi karyawan berjumlah 23 orang melalui teknik sampling jenuh. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner terstruktur berbasis skala Likert lima poin yang telah divalidasi, dengan analisis menggunakan korelasi Spearman Rank, uji parsial (uji t), dan koefisien determinasi melalui program SPSS versi 25. Variabel K3 diukur melalui enam dimensi meliputi komitmen manajemen, peraturan dan prosedur, komunikasi, kompetensi pekerja, kondisi lingkungan kerja, dan keterlibatan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif kuat antara implementasi K3 dengan kepuasan kerja, ditandai koefisien Spearman sebesar 0,764 pada tingkat signifikansi p<0,001. Uji parsial memperlihatkan nilai t hitung 5,958 (t tabel 2,080) dengan signifikansi p<0,001, mengonfirmasi pengaruh signifikan K3 terhadap kepuasan kerja. Koefisien determinasi terkoreksi (Adjusted R Square) menunjukkan kontribusi K3 sebesar 61,1% dalam menjelaskan variasi kepuasan kerja, sementara 38,9% dipengaruhi faktor eksternal seperti kompensasi, hubungan interpersonal, lingkungan fisik, dan beban kerja. Temuan ini memperkuat teori hierarki kebutuhan Maslow yang menempatkan keamanan sebagai fondasi kepuasan kerja. Penelitian merekomendasikan penguatan program K3 melalui penyediaan alat pelindung diri memadai, pelatihan keselamatan berkelanjutan, dan sistem pengawasan konsisten untuk mengoptimalkan kepuasan serta produktivitas karyawan di industri konstruksi.
Copyrights © 2026