Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II SDI Bajawa dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas II yang berjumlah 27 siswa, dengan hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa 10 siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kesulitan membaca dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan bentuk kesulitan meliputi salah melafalkan kata, membaca terbata-bata, penghilangan huruf, kesulitan membedakan huruf yang mirip, serta kurang memperhatikan tanda baca. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa dari 10 siswa tersebut, 4 siswa mengalami hambatan pada aspek pengenalan huruf, 3 siswa pada aspek fonologis, 2 siswa pada kemampuan menggabungkan suku kata menjadi kata dan kalimat sederhana, serta 1 siswa pada aspek prosodi membaca, yang mengindikasikan bahwa kesulitan membaca permulaan bersifat beragam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekolah menerapkan kegiatan literasi pagi selama 15 menit serta bimbingan belajar membaca permulaan melalui kolaborasi guru, mahasiswa, dan orang tua. Hasil penerapan strategi pembelajaran menunjukkan bahwa seluruh 10 siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca telah mampu membaca, disertai peningkatan pada kemampuan pengenalan huruf, kemampuan fonik, kelancaran membaca, serta kepercayaan diri siswa
Copyrights © 2026