Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STUDI ANALISIS PERMASALAHAN PEMBELAJARAN KELAS 4 PADA KURIKULUM MERDEKA SEKOLAH DASAR KATOLIK WAERANA II Dimas Qondias; Yohana Irmawati
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i2.4640

Abstract

Dasar kajian ini melihat kondisi dimana kurikulum merdeka telah menjadi pusat perhatian dalam transformasi pendidikan di Indonesia, termasuk di Sekolah Dasar Katolik Waerana II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan pembelajaran kelas 4 dalam konteks Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Katolik Waerana II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat beberapa masalah dalam penerapan kurikulum merdeka yaitu terkait dengan penyusunan tujuan dan alur tujuan pembelajaran, penyusunan model pembelajaran pada modul ajar, penerapan assessmen kognitif dan non kognitif, penerapan media berbasis teknologi dalam pembelajaran, serta penentuan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Berbagai hambatan tersebut perlu di atasi melalui penguatan guru untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum Merdeka di sekolah dasar katolik waerana II.
STUDI ANALISIS PERMASALAHAN PEMBELAJARAN KELAS 4 PADA KURIKULUM MERDEKA SEKOLAH DASAR KATOLIK WAERANA II Dimas Qondias; Yohana Irmawati
Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Inklusi Citra Bakti
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jpicb.v2i2.4640

Abstract

Dasar kajian ini melihat kondisi dimana kurikulum merdeka telah menjadi pusat perhatian dalam transformasi pendidikan di Indonesia, termasuk di Sekolah Dasar Katolik Waerana II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui permasalahan pembelajaran kelas 4 dalam konteks Kurikulum Merdeka di Sekolah Dasar Katolik Waerana II. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat beberapa masalah dalam penerapan kurikulum merdeka yaitu terkait dengan penyusunan tujuan dan alur tujuan pembelajaran, penyusunan model pembelajaran pada modul ajar, penerapan assessmen kognitif dan non kognitif, penerapan media berbasis teknologi dalam pembelajaran, serta penentuan proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Berbagai hambatan tersebut perlu di atasi melalui penguatan guru untuk mengoptimalkan implementasi kurikulum Merdeka di sekolah dasar katolik waerana II.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA SISWA KELAS II SDI BAJAWA Yohana Irmawati; Maria Anjelina Lelu; Maria Dominika Bhebe Bay; Maria Antonilda Demu; Yuliana Apriani Itu Amu; Pelipus Wungo Kaka
Jurnal Citra Multidisiplin Vol. 1 No. 2 (2026): Jurnal Citra Multidisiplin
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcm.v1i2.6594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II SDI Bajawa dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi seluruh siswa kelas II yang berjumlah 27 siswa, dengan hasil identifikasi awal menunjukkan bahwa 10 siswa mengalami kesulitan membaca permulaan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kesulitan membaca dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan bentuk kesulitan meliputi salah melafalkan kata, membaca terbata-bata, penghilangan huruf, kesulitan membedakan huruf yang mirip, serta kurang memperhatikan tanda baca. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa dari 10 siswa tersebut, 4 siswa mengalami hambatan pada aspek pengenalan huruf, 3 siswa pada aspek fonologis, 2 siswa pada kemampuan menggabungkan suku kata menjadi kata dan kalimat sederhana, serta 1 siswa pada aspek prosodi membaca, yang mengindikasikan bahwa kesulitan membaca permulaan bersifat beragam. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, sekolah menerapkan kegiatan literasi pagi selama 15 menit serta bimbingan belajar membaca permulaan melalui kolaborasi guru, mahasiswa, dan orang tua. Hasil penerapan strategi pembelajaran menunjukkan bahwa seluruh 10 siswa yang sebelumnya mengalami kesulitan membaca telah mampu membaca, disertai peningkatan pada kemampuan pengenalan huruf, kemampuan fonik, kelancaran membaca, serta kepercayaan diri siswa