Pada era transformasi digital, pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan dan pengembangan sumber daya pendidikan menjadi faktor strategis untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji proses perancangan, pengembangan, serta penerapan teknologi dalam konteks pendidikan Islam, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka. Penelitian ini mengidentifikasi bahwa teknologi tidak hanya mempermudah distribusi materi ajar, tetapi juga memungkinkan pembelajaran yang adaptif, partisipatif, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Temuan utama menunjukkan bahwa platform seperti Learning Management System (LMS), metode pembelajaran inovatif (seperti flipped classroom, PBL, blended learning, dan gamifikasi), serta integrasi AI dan Big Data, mampu meningkatkan efektivitas belajar dan motivasi siswa secara signifikan. Dalam merancang dan mengimplementasikan teknologi pembelajaran secara sistematis, model ASSURE (Analyze learner; State learning objectives; Select media and methods; Utilize media and methods; Require learner response; Evaluate) menjadi kerangka kerja yang efektif untuk memastikan setiap tahap pengembangan berjalan terstruktur dan sesuai tujuan. Namun demikian, implementasi teknologi Pendidikan Islam juga menghadapi tantangan seperti keterbatasan infrastruktur, literasi digital yang rendah, serta perlunya kebijakan dan pelatihan yang mendukung. Oleh karena itu, strategi integratif dan sistematik sangat diperlukan agar teknologi benar-benar memberikan dampak positif yang merata di seluruh jenjang pendidikan.
Copyrights © 2025