Abstract: Ibn Rushd is one of the leading philosophers who sought to harmonize religion, philosophy, and science within the framework of Islamic teachings. He developed a synthesis between theology and science, based on philosophical and theological principles that emphasize reason as the primary means of interpreting revelation and the natural world. This study explores Ibn Rushd's contributions in integrating these three domains and examines the contemporary relevance of his ideas in uniting religion, philosophy, and science. Utilizing library research methods, data were collected from various sources including academic journals, scholarly articles, and books relevant to the theme. This study yielded several key findings. Among these is Ibn Rushd's assertion that reason is not only valid but also a necessary tool for understanding divine revelation and the workings of nature. This perspective offers a valuable paradigm for revitalizing scientific inquiry in Islamic educational settings. Furthermore, Ibn Rushd interprets Qur'anic verses to indicate that the universe was not created from absolute nothingness but from pre-existing matter. He believes that the Qur'an explicitly underscores the purposeful creation of nature for humanity, positioning humans as servants (khalifah) tasked with acquiring knowledge of the Creator's existence and oneness.Keywords: Ibn Rushd, Qur'an, Philosophy and Science.Abstrak : Ibnu Rusyd adalah salah satu filsuf terkemuka yang berusaha menyelaraskan agama, filsafat, dan sains dalam kerangka ajaran Islam. Dia mengembangkan sintesis antara teologi dan sains, didasarkan pada prinsip-prinsip filosofis dan teologis yang menekankan akal sebagai sarana utama untuk menafsirkan wahyu dan dunia alami. Studi ini mengeksplorasi kontribusi Ibnu Rusyd dalam mengintegrasikan ketiga domain ini dan meneliti relevansi kontemporer dari ide-idenya dalam menyatukan agama, filsafat, dan sains. Dengan memanfaatkan metode penelitian perpustakaan, data dikumpulkan dari berbagai sumber termasuk jurnal akademik, artikel ilmiah, dan buku yang relevan dengan tema. Studi ini menghasilkan beberapa temuan utama. Di antaranya adalah pernyataan Ibnu Rusyd bahwa akal tidak hanya valid tetapi juga alat yang diperlukan untuk memahami wahyu ilahi dan cara kerja alam. Sudut pandang ini menawarkan paradigma yang berharga untuk merevitalisasi penyelidikan ilmiah dalam pengaturan pendidikan Islam. Selain itu, Ibnu Rusyd menafsirkan ayat-ayat Al-Qur'an menunjukkan bahwa alam semesta tidak diciptakan dari ketiadaan mutlak melainkan dari materi yang sudah ada sebelumnya. Dia percaya bahwa Al-Qur'an secara eksplisit menggarisbawahi penciptaan alam yang bertujuan bagi umat manusia, memposisikan manusia sebagai pelayan (khalifah) yang ditugaskan untuk memperoleh pengetahuan tentang keberadaan dan keesaan Sang Pencipta.Kata kunci : Ibnu Rusyd, Al Qur’an, Filsafat dan sains
Copyrights © 2025