Tujuan pengabdian ini adalah mengembangkan strategi antisipasi bencana banjir yang komprehensif dan berbasis partisipasi masyarakat di Desa Mopolo, Kecamatan Ranoyapo. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas adaptasi masyarakat, mengurangi kerugian ekonomi akibat banjir, dan membangun sistem mitigasi bencana yang berkelanjutan. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Community-Based Disaster Risk Management (CBDRM) yang dilaksanakan melalui lima tahap utama: pemetaan partisipatif untuk identifikasi area berisiko, pengembangan kapasitas masyarakat melalui pelatihan dan workshop, implementasi sistem peringatan dini berbasis teknologi sederhana, penguatan kelembagaan melalui pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana Desa (FPRBD), dan monitoring evaluasi berkelanjutan menggunakan metode Most Significant Change (MSC). Hasil pengabdian menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam meningkatkan resiliensi komunitas terhadap bencana banjir. Kerugian ekonomi akibat banjir berhasil dikurangi sebesar 60%, waktu respons masyarakat meningkat dari 4-6 jam menjadi 1-2 jam, terbentuk 12 kelompok siaga bencana dengan 180 anggota aktif, dan sistem peringatan dini mencapai tingkat keberfungsian 95%. Program ini berhasil membangun model antisipasi bencana yang sustainable dan dapat direplikasi di desa-desa dengan karakteristik serupa, memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan risiko bencana di tingkat komunitas.
Copyrights © 2025