Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi adaptasi yang dikembangkan petani padi di Desa Poopo Barat dalam menghadapi musim panas berkepanjangan, serta memberikan pendampingan untuk optimalisasi strategi tersebut melalui transfer teknologi dan penguatan kelembagaan lokal. Metode pengabdian menggunakan pendekatan Community Based Development (CBD) dengan teknik assessment partisipatif, observasi langsung, wawancara mendalam, dan pendampingan intensif kepada 45 petani selama 12 bulan. Program meliputi sosialisasi, pelatihan teknologi hemat air, demonstrasi plot, dan revitalisasi sistem "mapalus" dalam pengelolaan irigasi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa petani telah mengembangkan strategi adaptasi komprehensif berupa optimalisasi sistem irigasi semi teknis dengan pembagian air bergiliran, penerapan teknik konservasi air melalui mulsa organik dan modifikasi pengolahan tanah, serta pemanfaatan kearifan lokal "mapalus" untuk pengelolaan kolektif saluran irigasi. Meskipun menghadapi ancaman kekeringan pada 15% areal sawah, sistem adaptasi yang dikembangkan mampu mempertahankan produktivitas padi dan bahkan memberikan keuntungan pada proses pasca panen dengan percepatan pengeringan gabah. Tingkat partisipasi masyarakat mencapai 85% dengan dukungan kelembagaan lokal yang kuat, menunjukkan keberlanjutan program dan potensi replikasi di daerah dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2025