Penelitian ini menganalisis penggunaan teknik penerjemahan humor verbal pada takarir film Intouchables (2011) dan Amélie (2001). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi teknik-teknik penerjemahan yang digunakan dan mengevaluasi efektivitasnya dalam mempertahankan esensi humor lintas budaya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis konten, data diperoleh melalui penyimakan dialog dan pencatatan sistematis dari kedua film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik seperti adaptasi, padanan lazim, dan reduksi sering digunakan untuk menyampaikan humor kepada audiens bahasa target. Pada beberapa kasus, teknik literal translation menyebabkan kehilangan konteks humor, sementara pendekatan adaptasi mampu menjaga relevansi budaya. Perbandingan antara kedua film menunjukkan bahwa Intouchables lebih banyak menggunakan metode penerjemahan semantik yang mempertahankan elemen budaya sumber, sementara Amélie cenderung menggunakan metode komunikatif untuk menjangkau audiens lokal. Kesimpulannya, pemilihan teknik penerjemahan yang tepat sangat penting dalam menjaga keseimbangan antara makna asli dan adaptasi budaya, sehingga humor verbal dapat tersampaikan secara efektif kepada audiens lintas budaya.
Copyrights © 2025