Artikel ini membahas metode pendidikan dalam Al-Qur’an yang terdapat pada QS Yusuf, QS Luqman ayat 12–19, dan QS Al-Ahzab ayat 21 sebagai landasan pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik di era modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi moral di lingkungan pendidikan yang disebabkan oleh lemahnya pembinaan akhlak dan dominannya orientasi pendidikan pada aspek kognitif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis karakteristik metode pendidikan Qur’ani, yaitu metode kisah (qashash), keteladanan, nasihat, perintah, reward, dan punishment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah dalam QS Yusuf mampu menyentuh aspek emosional dan memudahkan internalisasi nilai; metode nasihat dan dialog dalam QS Luqman membentuk kedewasaan moral melalui komunikasi yang lembut dan rasional; sedangkan QS Al-Ahzab ayat 21 menegaskan pentingnya keteladanan Nabi sebagai model karakter ideal. Ketiga metode tersebut memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan modern, terutama dalam membangun akhlak, integritas, dan kesadaran spiritual peserta didik.
Copyrights © 2025