Mahyuddin Barni
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Ekonomi Islam Dalam Qs. Al-Jumu’ah Ayat 10 Dan Qs. Al-Isra’ Ayat 26–27 Ziyadatul Husna; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.455

Abstract

Dalam Islam, kegiatan ekonomi tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga mencakup dimensi spiritual dan moral sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. QS. Al-Jumu‘ah ayat 10 menekankan pentingnya etos kerja, produktivitas, serta keseimbangan antara aktivitas duniawi dan ibadah. Sementara QS. Al-Isra’ ayat 26–27 mengajarkan prinsip pengelolaan harta yang bijak, tanggung jawab sosial, serta larangan terhadap perilaku boros dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan berbagai tafsir, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah terkait pendidikan ekonomi Islam. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan menelaah makna dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi Islam menekankan integrasi antara produktivitas dan tanggung jawab sosial. Aktivitas ekonomi dipandang sebagai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar, etika yang baik, serta berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan demikian, pendidikan ekonomi Islam berfungsi membentuk insan yang beriman, berakhlak, dan berkeadilan, yang mampu menyeimbangkan antara pencapaian duniawi dan tanggung jawab ukhrawi.
Nilai-Nilai Pendidikan Keluarga Dalam Al-Qur’an [Telaah Al-Qur’an Surah Al-Isra (17): 23-24, Al-Ahqaf (46): 15, Dan Ash-Shaffat (37): 100-102] Syahida Ajrina; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.460

Abstract

Pendidikan dalam keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Isra (17): 23–24, al-Ahqaf (46): 15, dan ash-Shaffat (37): 100–102. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi pustaka (library research) yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik untuk menemukan nilai-nilai pendidikan keluarga dalam perspektif Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Isra [17]: 23-24, yaitu perintah bertauhid, perintah berbakti terhadap orang tua, larangan berucap buruk kepada orang tua, larangan membentak orang tua, perintah berucap mulia kepada orang tua, perintah bertawadhu kepada orang tua, serta perintah mendoakan orang tua. Sementara itu, nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Ahqaf [46]: 15, yaitu perintah berbakti terhadap orang tua dan perintah bersyukur kepada Allah Swt. Adapun nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah ash-Shaffat [37]: 100-102, yaitu perintah berdoa memohon keturunan yang baik, perintah taat kepada Allah Swt. dan orang tua, serta perintah membangun komunikasi yang baik orang tua-anak. Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, agar terbentuknya keluarga Islami yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam.
Pendidikan Sosial dalam Perspektif Al-Qur'an (QS. Al-Hujurat: 13 dan QS. Al-Ma'idah: 8) Nehna Puteri Firdaus; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.469

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pendidikan sosial dalam Al-Qur’an melalui analisis QS. Al-Hujurat: 13 dan QS. Al-Ma’idah: 8 yang menekankan pentingnya harmoni sosial, kesetaraan, dan keadilan sebagai prinsip dasar dalam ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai sosial yang terkandung dalam kedua ayat tersebut serta menganalisis relevansinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i), penelitian ini merujuk pada karya-karya tafsir klasik dan modern seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Mishbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Hujurat: 13 mengandung nilai penting berupa pengakuan terhadap keberagaman manusia, dorongan untuk saling mengenal (ta‘aruf), serta larangan bersikap diskriminatif berdasarkan suku, etnis, atau status sosial. Sementara itu, QS. Al-Ma’idah: 8 menegaskan kewajiban menegakkan keadilan secara universal, bahkan terhadap pihak yang dibenci atau bermusuhan, sebagai cerminan ketakwaan dan integritas moral. Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa pendidikan sosial dalam Islam bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak, peka sosial, dan mampu berlaku adil dalam berbagai situasi kehidupan. Dengan demikian, konsep ta‘aruf, toleransi, persaudaraan, dan keadilan dalam Al-Qur’an menjadi landasan moral yang kuat bagi pendidikan sosial serta relevan dalam mewujudkan masyarakat yang etis dan harmonis.
Metode Pendidikan Qur’ani dalam QS Yusuf, Luqman, dan Al-Ahzab Aprina Noor Latifah; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.480

Abstract

Artikel ini membahas metode pendidikan dalam Al-Qur’an yang terdapat pada QS Yusuf, QS Luqman ayat 12–19, dan QS Al-Ahzab ayat 21 sebagai landasan pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik di era modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi moral di lingkungan pendidikan yang disebabkan oleh lemahnya pembinaan akhlak dan dominannya orientasi pendidikan pada aspek kognitif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis karakteristik metode pendidikan Qur’ani, yaitu metode kisah (qashash), keteladanan, nasihat, perintah, reward, dan punishment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah dalam QS Yusuf mampu menyentuh aspek emosional dan memudahkan internalisasi nilai; metode nasihat dan dialog dalam QS Luqman membentuk kedewasaan moral melalui komunikasi yang lembut dan rasional; sedangkan QS Al-Ahzab ayat 21 menegaskan pentingnya keteladanan Nabi sebagai model karakter ideal. Ketiga metode tersebut memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan modern, terutama dalam membangun akhlak, integritas, dan kesadaran spiritual peserta didik.
DA'WAH ULAMA IN INSTILLING THE VALUE OF TAWASSUTH AND RELIGIOUS MODERATION: A STUDY OF THE PERSPECTIVES OF THE QUR'AN AND HADITH IN THE ERA OF SOCIETY Risqiatul Hasanah; Ali Muammar; Mahyuddin Barni
Indonesian Journal of Islamic Communication Vol. 7 No. 2 (2024): Indonesian Journal Of Islamic Communication
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascasarjana UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ijic.v7i2.2232

Abstract

The principle of tawasuth or moderation in the Qur'an is one of the important teachings that directs Muslims to live a balanced life. Moderation is not only related to worship, but also includes property management, social behavior, and attitudes in religion. This study aims to examine the concept of tawasuth based on the interpretation of Tafsir Al-Misbah by Quraish Shihab on several verses that support this principle, namely Surah Al-Baqarah (2:143), Al-Furqan (25:67), and Luqman (31:19). Through a qualitative analysis approach, this study shows that tafsir Al-Misbah promotes the principle of moderation in practicing religion in a harmonious manner and is relevant for daily life. The conclusion of this study reveals that moderation is a key value that can prevent extremism and build a balanced and just society.
ADAB DAN KARAKTER GURU-MURID: REFLEKSI PENDIDIKAN ISLAMI DALAM SURAT KAHFI DAN SURAT LUQMAN Rifqan Hidayat; Mahyuddin Barni; Ali Muammar ZA
EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research Vol. 5 No. 1 (2025): Educational Journal: General and Specific Research
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers and students are the main elements in the complementary educational process. The Qur'an and Hadith provide a comprehensive conceptual foundation regarding the roles, characters, and manners of both in learning. This research aims to explore the concept of teachers and students from the perspective of the Qur'an and Hadith, especially through the study of Surah Al-Kahfi verses 60-82 and Surah Luqman verses 13-19. The method used is content analysis with a thematic interpretation approach (maudhu'i). This study found that Prophet Khidir and Prophet Moses became ideal representations of teachers and students, where Prophet Khidir reflected wisdom, patience, and competence, while Prophet Moses showed tenacity, humility, and discipline in learning. In addition, Surat Luqman highlighted manners such as honesty, humility, and a sense of responsibility that teachers and students must have to create a conducive learning process. This research emphasizes the importance of integrating the values of the Qur'an and Hadith in education to form a generation with noble character and knowledge. By understanding and applying these principles, the educational process not only produces intelligent individuals, but also contributes to the social and spiritual harmony of society.