Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Ekonomi Islam Dalam Qs. Al-Jumu’ah Ayat 10 Dan Qs. Al-Isra’ Ayat 26–27 Ziyadatul Husna; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.455

Abstract

Dalam Islam, kegiatan ekonomi tidak hanya berorientasi pada aspek material, tetapi juga mencakup dimensi spiritual dan moral sebagai bagian dari ibadah kepada Allah SWT. QS. Al-Jumu‘ah ayat 10 menekankan pentingnya etos kerja, produktivitas, serta keseimbangan antara aktivitas duniawi dan ibadah. Sementara QS. Al-Isra’ ayat 26–27 mengajarkan prinsip pengelolaan harta yang bijak, tanggung jawab sosial, serta larangan terhadap perilaku boros dan pemborosan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa ayat-ayat Al-Qur’an dan berbagai tafsir, serta sumber sekunder berupa buku dan jurnal ilmiah terkait pendidikan ekonomi Islam. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan menelaah makna dan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan ekonomi Islam menekankan integrasi antara produktivitas dan tanggung jawab sosial. Aktivitas ekonomi dipandang sebagai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar, etika yang baik, serta berorientasi pada kemaslahatan umat. Dengan demikian, pendidikan ekonomi Islam berfungsi membentuk insan yang beriman, berakhlak, dan berkeadilan, yang mampu menyeimbangkan antara pencapaian duniawi dan tanggung jawab ukhrawi.
Nilai-Nilai Pendidikan Keluarga Dalam Al-Qur’an [Telaah Al-Qur’an Surah Al-Isra (17): 23-24, Al-Ahqaf (46): 15, Dan Ash-Shaffat (37): 100-102] Syahida Ajrina; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.460

Abstract

Pendidikan dalam keluarga memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berkarakter Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Isra (17): 23–24, al-Ahqaf (46): 15, dan ash-Shaffat (37): 100–102. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian studi pustaka (library research) yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tafsir tematik untuk menemukan nilai-nilai pendidikan keluarga dalam perspektif Al-Qur’an. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Isra [17]: 23-24, yaitu perintah bertauhid, perintah berbakti terhadap orang tua, larangan berucap buruk kepada orang tua, larangan membentak orang tua, perintah berucap mulia kepada orang tua, perintah bertawadhu kepada orang tua, serta perintah mendoakan orang tua. Sementara itu, nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah al-Ahqaf [46]: 15, yaitu perintah berbakti terhadap orang tua dan perintah bersyukur kepada Allah Swt. Adapun nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an surah ash-Shaffat [37]: 100-102, yaitu perintah berdoa memohon keturunan yang baik, perintah taat kepada Allah Swt. dan orang tua, serta perintah membangun komunikasi yang baik orang tua-anak. Dengan demikian, nilai-nilai pendidikan keluarga yang termuat dalam Al-Qur’an perlu diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, agar terbentuknya keluarga Islami yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam.
Pendidikan Sosial dalam Perspektif Al-Qur'an (QS. Al-Hujurat: 13 dan QS. Al-Ma'idah: 8) Nehna Puteri Firdaus; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.469

Abstract

Artikel ini mengkaji konsep pendidikan sosial dalam Al-Qur’an melalui analisis QS. Al-Hujurat: 13 dan QS. Al-Ma’idah: 8 yang menekankan pentingnya harmoni sosial, kesetaraan, dan keadilan sebagai prinsip dasar dalam ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan mengungkap nilai-nilai sosial yang terkandung dalam kedua ayat tersebut serta menganalisis relevansinya terhadap pembentukan karakter peserta didik dalam konteks pendidikan Islam masa kini. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dan pendekatan tafsir tematik (maudhu‘i), penelitian ini merujuk pada karya-karya tafsir klasik dan modern seperti Tafsir Jalalain, Tafsir Al-Munir, dan Tafsir Al-Mishbah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Al-Hujurat: 13 mengandung nilai penting berupa pengakuan terhadap keberagaman manusia, dorongan untuk saling mengenal (ta‘aruf), serta larangan bersikap diskriminatif berdasarkan suku, etnis, atau status sosial. Sementara itu, QS. Al-Ma’idah: 8 menegaskan kewajiban menegakkan keadilan secara universal, bahkan terhadap pihak yang dibenci atau bermusuhan, sebagai cerminan ketakwaan dan integritas moral. Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa pendidikan sosial dalam Islam bertujuan membentuk pribadi yang berakhlak, peka sosial, dan mampu berlaku adil dalam berbagai situasi kehidupan. Dengan demikian, konsep ta‘aruf, toleransi, persaudaraan, dan keadilan dalam Al-Qur’an menjadi landasan moral yang kuat bagi pendidikan sosial serta relevan dalam mewujudkan masyarakat yang etis dan harmonis.
Metode Pendidikan Qur’ani dalam QS Yusuf, Luqman, dan Al-Ahzab Aprina Noor Latifah; Mahyuddin Barni
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.480

Abstract

Artikel ini membahas metode pendidikan dalam Al-Qur’an yang terdapat pada QS Yusuf, QS Luqman ayat 12–19, dan QS Al-Ahzab ayat 21 sebagai landasan pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik di era modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh degradasi moral di lingkungan pendidikan yang disebabkan oleh lemahnya pembinaan akhlak dan dominannya orientasi pendidikan pada aspek kognitif. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis karakteristik metode pendidikan Qur’ani, yaitu metode kisah (qashash), keteladanan, nasihat, perintah, reward, dan punishment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah dalam QS Yusuf mampu menyentuh aspek emosional dan memudahkan internalisasi nilai; metode nasihat dan dialog dalam QS Luqman membentuk kedewasaan moral melalui komunikasi yang lembut dan rasional; sedangkan QS Al-Ahzab ayat 21 menegaskan pentingnya keteladanan Nabi sebagai model karakter ideal. Ketiga metode tersebut memiliki relevansi kuat dalam menjawab tantangan pendidikan modern, terutama dalam membangun akhlak, integritas, dan kesadaran spiritual peserta didik.
DA'WAH ULAMA IN INSTILLING THE VALUE OF TAWASSUTH AND RELIGIOUS MODERATION: A STUDY OF THE PERSPECTIVES OF THE QUR'AN AND HADITH IN THE ERA OF SOCIETY Risqiatul Hasanah; Ali Muammar; Mahyuddin Barni
Indonesian Journal of Islamic Communication Vol. 7 No. 2 (2024): Indonesian Journal Of Islamic Communication
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Pascasarjana UIN KHAS Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ijic.v7i2.2232

Abstract

The principle of tawasuth or moderation in the Qur'an is one of the important teachings that directs Muslims to live a balanced life. Moderation is not only related to worship, but also includes property management, social behavior, and attitudes in religion. This study aims to examine the concept of tawasuth based on the interpretation of Tafsir Al-Misbah by Quraish Shihab on several verses that support this principle, namely Surah Al-Baqarah (2:143), Al-Furqan (25:67), and Luqman (31:19). Through a qualitative analysis approach, this study shows that tafsir Al-Misbah promotes the principle of moderation in practicing religion in a harmonious manner and is relevant for daily life. The conclusion of this study reveals that moderation is a key value that can prevent extremism and build a balanced and just society.
ADAB DAN KARAKTER GURU-MURID: REFLEKSI PENDIDIKAN ISLAMI DALAM SURAT KAHFI DAN SURAT LUQMAN Rifqan Hidayat; Mahyuddin Barni; Ali Muammar ZA
EDUCATIONAL JOURNAL : General and Specific Research Vol. 5 No. 1 (2025): Educational Journal: General and Specific Research
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teachers and students are the main elements in the complementary educational process. The Qur'an and Hadith provide a comprehensive conceptual foundation regarding the roles, characters, and manners of both in learning. This research aims to explore the concept of teachers and students from the perspective of the Qur'an and Hadith, especially through the study of Surah Al-Kahfi verses 60-82 and Surah Luqman verses 13-19. The method used is content analysis with a thematic interpretation approach (maudhu'i). This study found that Prophet Khidir and Prophet Moses became ideal representations of teachers and students, where Prophet Khidir reflected wisdom, patience, and competence, while Prophet Moses showed tenacity, humility, and discipline in learning. In addition, Surat Luqman highlighted manners such as honesty, humility, and a sense of responsibility that teachers and students must have to create a conducive learning process. This research emphasizes the importance of integrating the values of the Qur'an and Hadith in education to form a generation with noble character and knowledge. By understanding and applying these principles, the educational process not only produces intelligent individuals, but also contributes to the social and spiritual harmony of society.
Build Character Responsibilities of Junior High School Students Based on the Values of the Qur'an and Hadith: A Literature Review Galby Silvia Rachmah; Imroh Atul Musfiroh; Moh Mahrus; Iskandar Iskandar; Mahyuddin Barni
Borneo International Journal of Islamic Studies Vol 7 No 2 (2025): Borneo International Journal of Islamic Studies, Vol. 7(2), November 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21093/bijis.v7i2.12066

Abstract

This study examines how the Qur'an and Hadith provide a conceptual and pedagogical foundation for character education in Islamic education. While character education has gained increasing attention in contemporary educational discourse, limited studies have systematically connected classical Islamic sources with modern pedagogical frameworks. Employing a qualitative library research design, this study uses textual analysis and thematic interpretation of selected Qur'anic verses (QS Al-Baqarah 267–268; QS Al-'Alaq 1–5) and authentic hadith narrated by Bukhari and Muslim to identify key principles of character formation and instructional practice. The findings indicate that QS Al-Baqarah 267–268 promotes generosity, integrity, empathy, and psychological resilience, whereas QS Al-'Alaq 1–5 underscores the importance of knowledge acquisition, intellectual humility, and ethical learning. The analysis of prophetic traditions further reveals pedagogical principles, including gradual instruction (tadarruj), facilitation rather than complication (taysir), positive reinforcement, and systematic repetition to support learning mastery. These principles show strong conceptual alignment with contemporary educational perspectives, including differentiated instruction, mastery learning, growth mindset, and positive psychology. The study also highlights the collaborative roles of families, schools, and communities in fostering holistic character development. By integrating Islamic educational values with contemporary pedagogical theories, this study contributes to the literature on values-based education and demonstrates the continued relevance of Qur'anic and Prophetic teachings for developing learners who are intellectually capable, morally responsible, socially engaged, and spiritually grounded in addressing the challenges of the twenty-first century.
Dasar-Dasar Pendidikan dalam Al-Qur'an SINTA MASITHA; Mahyuddin Barni
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The foundation of education in the Qur’an emphasizes that the entire learning process must be based on tawhid guiding humans to recognize and serve Allah SWT. Education encompasses the integrated development of spiritual, intellectual, moral, and social aspects to produce knowledgeable individuals with noble character. Humans are regarded as the primary subjects of education, serving both as Allah’s servants and as stewards (khalifah) on earth. This study employs a library research method, an approach that examines various written sources such as the Qur’an, tafsir, scholarly books, journals, and other relevant academic works. The results indicate that education in the Qur’an is comprehensive, covering spiritual, intellectual, moral, social, and practical dimensions, all grounded in tawhid. Its purpose is to cultivate individuals who are faithful, virtuous, knowledgeable, and socially responsible as stewards of the earth. Beneficial knowledge, proper manners in seeking it, and a wise learning process are key to achieving holistic education.
Pendidikan Akidah dalam Al-Qur’an (QS. Al-Ikhlas, QS. Al-Fatihah, dan QS. Al-Baqarah:255) Ghina Sofia Mahfuzaha; Mahyuddin Barni
Jurnal Kajian Islam dan Sosial Keagamaan Vol. 3 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the values of aqidah education contained in three key Qur’anic passages: Surah Al-Ikhlas, Surah Al-Fatihah, and Surah Al-Baqarah verse 255 (Ayat al-Kursi). Aqidah serves as the fundamental basis of a Muslim’s character and religious integrity; therefore, understanding Qur’anic guidance on correct belief is essential. This research aims to describe the core theological principles presented in the three verses and to analyze their relevance for strengthening Islamic faith in contemporary life. Using a qualitative descriptive method through textual and thematic analysis, this study explores the concept of pure monotheism in Surah Al-Ikhlas, the principles of servitude, gratitude, reliance, and guidance in Surah Al-Fatihah, and the affirmation of Allah’s sovereignty, eternal power, and protection in Ayat al-Kursi. The findings indicate that these three verses collectively provide a comprehensive framework for aqidah education that shapes a firm, sincere, and God-centered personality. They also demonstrate that internalizing the Qur’anic values of monotheism contributes significantly to protecting Muslims from deviant ideologies, cultivating spiritual resilience, and strengthening religious commitment in everyday life. Thus, Qur’anic-based aqidah education remains essential for developing faithful, morally grounded, and spiritually aware individuals.