Pesatnya arus globalisasi tidak hanya berpengaruh pada budaya bangsa, tetapi juga menimbulkan degradasi wawasan kebangsaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan yang sistematis untuk menanamkan nilai keislaman dan kebangsaan melalui pengembangan kurikulum. Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pedoman teknis pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen internalisasi nilai-nilai al-Qur’an dan Sunnah yang berfungsi membentuk akhlak mulia, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menelaah literatur terkait teori, inovasi, dan pengembangan kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI mencakup tujuan, isi, metode, strategi, dan evaluasi yang berorientasi pada keseimbangan antara nilai keislaman, kebutuhan nasional, dan tuntutan global. Inovasi kurikulum diperlukan agar pembelajaran PAI menjadi lebih relevan, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sosial, budaya, dan tantangan globalisasi. Dengan demikian, kurikulum PAI berfungsi ganda: sebagai sarana membentuk generasi muslim yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, serta sebagai instrumen untuk melahirkan warga negara yang berkarakter Pancasila, cinta tanah air, dan mampu bersaing di era global
Copyrights © 2025