Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Efektivitas Pemberian Hukuman dalam Pendidikan di Pondok Pesantren Kota Pekanbaru Wahyudin Wahyudin; Sri Murhayati; Yuliharti Yuliharti
Instructional Development Journal Vol 4, No 1 (2021): IDJ
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idj.v4i1.11843

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat Efektivitas Pemberian Hukuman dalam Pendidikan di Pondok Pesantren Kota Pekanbaru. Populasinya seluruh siswa MA kelas XII TP. 2019-2020 Pondok Pesantren di Kota Pekanbaru yang sudah beridir di atas 25 tahun. Sampel dalam penelitian ini diambil dengan teknik Proportional random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik angket, data yang terumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian hukuman bagi santri yang melanggar dalam mengikuti pendidikan di Pondok Pesantren Kota  Pekanbaru tergolong sangat efektif. Hal ini dilihat dari persentase pendahuluan menunjukkan rata-rata sebesar 86%, Aspek pelaksanaan menunjukkan rata-rata sebesar 85,25%. Aspek evaluasi menunjukkan rata-rata sebesar 76,25%. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kefektivan dalam pemberian hukuman dalam pendidikan di Pondok Pesantren Kota Pekanbaru. Faktor tersebut terdiri dari faktor pendukung dan penghambat.
Implementasi Pembelajaran Integratif Interkonektif Agama Dan Sains Untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri Se-kecematan Sukajadi Kota Pekanbaru Rahma Yuni; Sri Murhayati; Andi Murniati
Kutubkhanah Vol 21, No 1 (2021): Januari - Juni
Publisher : Lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyrakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.448 KB) | DOI: 10.24014/kutubkhanah.v21i1.13355

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi pembelajaran integratif-interkonektif agama dan sains untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru. Fokus penelitian ini adalah membahas tentang bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran integratif-interkonektif agama dan sains untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam?, dan apa saja faktor-faktor dan kendala pembelajaran integratif-interkonektif agama dan sains untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama Islam di SMP Negeri se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru?. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan rancangan pendekatan studi kasus. Untuk menggali data menggunakan observasi, wawancara. dan dokumentasi, selanjutnya hasil dari teknik tersebut dipilih sesuai dengan fokus penelitian, untuk melihat keabsahan data digunakan teknik trianggulasi data dan kemudian dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan. Setelah dilakukan penelitian dilapangan maka dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran integratif-interkonektif agama dan sains untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam di SMP Negeri se-Kecamatan Sukajadi Kota Pekanbaru menunjukkan hasil dengan kategori sangat baik. Dan hasil observasi kemampuan berpikir kritis siswa menunjukkan hasil dengan kategori kritis. Kemudian adapun dalam pelaksanaan pembelajaran ditemukan beberapa faktor pendukung dan kendala. Faktor pendukungnya yaitu pemilihan kurikulum sekolah, Visi, misi, dan tujuan sekolah, kerja sama warga sekolah, kolaborasi antar guru mata pelajaran, semangat sekolah dalam perubahan, serta sarana dan prasarana yang didukung oleh berbagai pihak mulai dari pemerintah pusat, pemerintah kota, sekolah, masyarakat dan juga orang tua siswa. Sedangkan kendalanya adalah Faktor dikotomi, kemampuan guru dalam mengintegrasi-interkoneksi agama dan sains terbatas, Tingkat pemhaman siswa yang bervariasi, jam mengajar yang kurang maksimal
Model Inovasi Pengembangan Sumber Bahan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Roni Putra; Sri Murhayati; Zaitun Zaitun
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 3 (2023): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i3.12410

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas pengembangan sumber inovasi model bahan ajar Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan, yaitu penelitian yang bersumber dari bahan pustaka dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Dalam hal ini peneliti menggali sejumlah data, baik data primer maupun data sekunder dengan langkah-langkah sebagai berikut: membaca dan mempelajari secara mendalam data primer seperti buku, jurnal, artikel, tesis dan disertasi yang berkaitan dengan pembahasan inovasi dan modernisasi industri. kurikulum dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pemanfaatan atau inovasi pembelajaran pendidikan agama Islam harus segera dilakukan terutama dalam metode pembelajaran. Internet sebagai media pembelajaran dapat menjadi alternatif metode pembelajaran pendidikan agama Islam, hal ini dapat berupa e-learning, atau aplikasi yang mempermudah penyampaian materi pembelajaran.
Model Inovasi Pengembangan Kurikulum Merdeka Irwan Efendi; Sri Murhayati; Zaitun Zaitun
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 2, No 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : At-Tajdid : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v2i4.20043

Abstract

Kajian ini mencoba menyajikan gambaran tentang problematika penerapan kurikulum dalam pembejalaran beserta tawaran solusinya dengan desain model inovasi pengembangan kurikulum merdeka. Pemerintah mengembangkan kurikulum merdeka dan konsep merdeka belajar. Merdeka belajar menginginkan desain materi dan penyediaan kompetensi sumber daya manusia, metode, serta sarana dan prasarana perlu ditata ulang agar dapat menghadapi tantangan sehingga dijadikan sebuah peluang. Pendidikan khususnya pada lembaga pendidikan Islam haruslah mengambil peran dalam perubahan tersebut. Terutama kaitannya dengan pembelajaran pendidikan agama Islam di kelas, salah satu contoh dengan munculnya perkuliahan/pembelajaran daring/e-learning di dunia Jika tidak melakukan inovasi, pendidikan agama Islam akan semakin tertinggal dan usang. Sajian tulisan ini semoga menjadi salah satu langkah/solutif kongkrit agar dapat mengaplikasikan kurikulum merdeka pada pembelajaran PAI.
PRINSIP UMUM METODOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Oby Ara Afima; Sri Murhayati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.37025

Abstract

This article examines the general principles of Islamic Religious Education (PAI) teaching methodology as a pedagogical and spiritual foundation for shaping students' character. PAI teaching aims not only to transfer religious knowledge but also to instill the values ​​of monotheism, noble morals, and social awareness. This research uses a qualitative approach with a literature review method to analyze relevant literature on learning principles, such as monotheism-based, contextual, holistic, student-centered, and oriented toward developing a profile of a rahmatan lil 'alamin (blessing for the universe) student. The results of the study indicate that PAI teaching methodology must be flexible, integrative, and adaptive to social dynamics and developments. Thus, PAI teaching can be a transformative tool in shaping individuals who are faithful, moral, and able to coexist peacefully in a pluralistic society.
Pengaruh Religious Altruism Dan Religious Enrichment Terhadap Keputusan Pembelian Produk UMKM Oleh Muslim Di Kota Pekanbaru Nurrahmi Hayani; Sri Murhayati; Darni Darni; Abdiana Ilosa
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 9 No. 2 (2023): JIEI : Vol.9, No.2, 2023
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v9i2.8991

Abstract

This study aims to determine the effect of religious altruism and religious enrichment on the purchasing decisions of MSME products by Muslims in Pekanbaru City. This study used purposive non-random sampling of 269 respondents and used primary data and secondary data. The data analysis method used is multiple linear regression method. This study found that Religious Altruism and Religious Enrichment have an influence on the purchasing decisions of SMEs products by Muslims in Pekanbaru either partially or simultaneously. These two variables have an influence of 0.483 or 48.3% on the purchasing decision variable while the remaining 51.7% is influenced by other factors not discussed in this study. This study uses a data collection method in the form of a questionnaire distributed online (google form). So it is advisable to group respondents based on generational characteristics (X, Y and generation Z.
Evaluasi Kurikulum Pendidikan Agama Islam Berbasis Analisis Kebutuhan dan Mekanisme Revisi Afni Ratna Dewi; Sri Murhayati; Nurhasnawati
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.652

Abstract

Penelitian ini membahas evaluasi kurikulum dan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan fokus pada prosedur evaluasi, analisis kebutuhan, dan mekanisme revisi. PAI sebagai mata pelajaran inti memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keimanan, dan akhlak mulia peserta didik. Namun, implementasi kurikulum PAI di lapangan seringkali menemui berbagai kendala, seperti penggunaan metode konvensional, kurangnya relevansi materi dengan konteks sosial, serta kesenjangan antara dokumen kurikulum dengan praktik pembelajaran. Oleh karena itu, evaluasi yang berbasis analisis kebutuhan menjadi sangat penting untuk mengidentifikasi kesenjangan, menentukan prioritas perubahan, dan merumuskan strategi perbaikan yang aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif proses evaluasi kurikulum dan pembelajaran PAI, mengidentifikasi kebutuhan riil peserta didik dan masyarakat, serta menguraikan mekanisme revisi yang relevan dengan tuntutan zaman. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan library research atau studi kepustakaan yang dengan mengumpulkan, menelaah, dan menganalisis berbagai sumber tertulis. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi akademis bagi pengembangan kajian kurikulum Islam serta manfaat praktis bagi guru, lembaga pendidikan, dan pengambil kebijakan dalam upaya peningkatan mutu PAI.
Urgensi Pengembangan Kurikulum PAI Dalam Konteks Keislaman dan Kebangsaan Abdul Hazis Daulay; Sri Murhayati; Nurhasnawati
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 1 No. 2 (2025): 2025
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v1i2.661

Abstract

Pesatnya arus globalisasi tidak hanya berpengaruh pada budaya bangsa, tetapi juga menimbulkan degradasi wawasan kebangsaan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan yang sistematis untuk menanamkan nilai keislaman dan kebangsaan melalui pengembangan kurikulum. Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pedoman teknis pembelajaran, tetapi juga sebagai instrumen internalisasi nilai-nilai al-Qur’an dan Sunnah yang berfungsi membentuk akhlak mulia, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat kebangsaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang menelaah literatur terkait teori, inovasi, dan pengembangan kurikulum PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI mencakup tujuan, isi, metode, strategi, dan evaluasi yang berorientasi pada keseimbangan antara nilai keislaman, kebutuhan nasional, dan tuntutan global. Inovasi kurikulum diperlukan agar pembelajaran PAI menjadi lebih relevan, kontekstual, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, sosial, budaya, dan tantangan globalisasi. Dengan demikian, kurikulum PAI berfungsi ganda: sebagai sarana membentuk generasi muslim yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, serta sebagai instrumen untuk melahirkan warga negara yang berkarakter Pancasila, cinta tanah air, dan mampu bersaing di era global
Foundations for the Development of Islamic Religious Education Curriculum Eliza Putri Ardiah; Sri Murhayati; Nurhasnawati; Hafizah
JEICI - Journal of Education and Islamic Contemporary Issue Vol. 1 No. 3 (2025): Journal of Education and Islamic Contemporary Issue (JEICI)
Publisher : KIPS Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65980/jeici.v1i3.34

Abstract

The Islamic Religious Education (PAI) curriculum has a vital role in shaping a generation of Muslims who have faith, knowledge, and noble character. However, curriculum development often faces challenges when it is not grounded in a solid foundation. This research aims to examine the foundations of the PAI curriculum, encompassing philosophical, psychological, sociological, historical, and theological perspectives. The research method employed is library research, involving the collection of data from relevant literature, books, journals, and prior research. The results of this study show that the philosophical foundation provides direction for educational goals based on the values and ideals of society; the psychological foundation adapts the curriculum to students' development; and the sociological foundation emphasizes relevance to social and cultural needs. The historical foundation ensures the continuity of Islamic educational traditions. In contrast, the theological foundation emphasizes the Qur'an and Hadith as the primary sources. This research concludes that the development of the PAI curriculum must be grounded in these five foundations to ensure that Islamic religious education is more effective, more relevant to contemporary needs, and better able to cultivate kamil individuals. This study contributes to strengthening the theory of Islamic education by emphasizing the balance among its spiritual, intellectual, and social dimensions.  
Analyzing the Needs for Aqidah and Akhlak Instructional Materials Through a Communication Approach and Storytelling Method Susiba Susiba; Syamruddin Syamruddin; Sri Murhayati; Syarifuddin Syarifuddin
Fitrah: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2026): Juni (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/fitrah.v7i1.1344

Abstract

This study aims to analyze the needs for Akidah Akhlak teaching materials based on a communication approach and storytelling methods among students at MIN Pekanbaru, Riau. This study employed a qualitative approach involving 77 students as participants. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation to explore students’ learning experiences, difficulties, and preferences regarding the teaching materials used. The results indicate that most students perceive Akidah Akhlak lessons as unengaging, difficult to understand, and supported by conventional teaching materials that lack visual elements and interaction. Students demonstrated a high interest in story-based teaching materials that help them understand moral values and make sound decisions. This study also underscores the importance of integrating a communication-based approach to enhance student engagement and understanding. The novelty of this research lies in the integration of needs analysis with story-based methods and a communication-based approach as the foundation for instructional material development. The implications of this study suggest that the development of innovative, communicative, and story-based instructional materials is necessary to enhance students’ moral understanding and foster holistic character development.