Penelitian ini mengkaji tradisi tahlilan sebagai sarana pendidikan nilai-nilai spiritual dan sosial di masyarakat Nahdliyin Desa Sugiharjo, dalam konteks tantangan globalisasi dan modernisasi yang mengurangi interaksi sosial dan spiritual. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus etnografi, didukung tinjauan literatur, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Narasumber meliputi tokoh masyarakat dan warga biasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai spiritual dalam tahlilan meliputi keikhlasan, dzikir, dan doa, sedangkan nilai sosial mencakup kebersamaan, empati, dan gotong royong. Integrasi nilai-nilai ini memberikan dampak positif, seperti penguatan keimanan, pembentukan kebiasaan ibadah, solidaritas sosial, budaya gotong royong, penyelesaian konflik, pendidikan bagi generasi muda, serta peningkatan kesejahteraan mental. Tradisi tahlilan tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai forum sosial-budaya yang mempertahankan identitas Nahdliyin dan menjaga harmoni masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tahlilan berperan penting dalam menanamkan nilai spiritual dan sosial, serta mampu beradaptasi dengan tantangan kontemporer.
Copyrights © 2025