Urgensi penelitian ini didasari oleh kenyataan bahwa di tengah arus modernisasi dan digitalisasi pendidikan, warisan literasi lokal seperti Arab Melayu mulai terpinggirkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pembelajaran baca tulis Arab Melayu terhadap pemahaman konsep agama pada siswa madrasah modern di Kabupaten Rokan Hulu. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membaca dan menulis aksara Arab Melayu berdampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman mereka terhadap materi keagamaan, khususnya dalam aspek tauhid, fiqih dasar, dan akhlak. Sebanyak 72% siswa menunjukkan kemampuan membaca yang baik, sementara 68% memiliki kemampuan menulis yang baik. Pemahaman terhadap konsep agama juga meningkat, dengan 65% siswa menunjukkan pemahaman tinggi terhadap tauhid, dan 60% terhadap fiqih dasar. Selain itu, keterikatan emosional siswa terhadap teks Arab Melayu mencapai 75%, menunjukkan bahwa literasi tradisional ini turut memperkuat dimensi afektif dan kultural dalam proses pembelajaran. Temuan ini memperlihatkan bahwa pembelajaran baca tulis Arab Melayu tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga menjadi jembatan penting dalam internalisasi nilai-nilai keagamaan yang kontekstual dan bermakna. Oleh karena itu, pembelajaran ini relevan untuk terus dikembangkan dalam pendidikan Islam berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025