Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya pengembangan literasi dini yang tidak hanya efektif secara kognitif, tetapi juga kontekstual secara budaya dan spiritual, khususnya bagi anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adalah Bagaimana peran pembelajaran Bahasa Arab Melayu dalam membentuk fondasi literasi pada anak usia dini Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri dari tiga kelompok utama yaitu: (1) guru kelas dan guru agama (2) orang tua/wali murid (3) anak usia 4–6 tahun. Analisis data dilakukan secara bertahap melalui tahapan reduksi data, kategorisasi tematik, penyajian dalam bentuk matriks naratif, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran Bahasa Arab Melayu berkontribusi signifikan terhadap perkembangan literasi dini, khususnya dalam pengenalan aksara Jawi, peningkatan kesadaran fonologis, dan membangun minat membaca serta menulis pada anak usia dini. Melalui pendekatan kontekstual seperti permainan dan nyanyian, proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna. Temuan ini juga menunjukkan bahwa lebih dari 70% anak mampu mengenali minimal 10 huruf Arab Melayu dalam waktu relatif singkat, disertai partisipasi aktif orang tua yang memperkuat efektivitas pembelajaran. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan literasi berbasis budaya lokal serta penguatan nilai religius sejak dini.
Copyrights © 2025