Tulisan ini bermotivasi mengungkap pesan satir warganet pada media sosial Twitter mengenai resistensinya terhadap kebijakan dan aturan Covid 19. Deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode untuk menjawab persoalan utama dalam pada penelitian ini. Subjek penelitian ditetapkan melalui teknik purposif pada cuitan satir warganet mengenai kebijakan dan aturan Covid 19. Analisa data dilakukan dengan semiotika sosial sosial MAK Halliday serta hasil elaborasi dengan teori yang digunakan. Melalui cara ini peneliti dapat mengetahui, memahami serta mendeskripsikan dengan komprehensif pesan satir tentang kebijakan dan aturan Covid 19 yang dikonstruksi oleh warganet. Pada konteks ini pesan satir yang dikonstruksi pada cuitan warganet merupakan bagian dari kreatifitas dalam pengemasan pesan. Lambang komunikasi yang digunakan beragam. Motif komunikasi yang berupa kritikan atau saran, gagasan serta opini warganet bisa dikemas dalam bentuk satir. Dibutuhkan nalar serta pengetahuan yang cukup untuk bisa mencerna makna satir secara utuh. Mengonstruksi pesan dengan satir menjadi alternatif pilihan agar pesan bisa efektif, diterima dengan nyaman dan terhindar dari sanksi hukum
Copyrights © 2023