Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mistifikasi Jalinan Komunikasi Pada TVC Air Minum Dalam Kemasan Irwanto Irwanto; Laurensia Retno Hariatiningsih; Dito Anjasmoro Ningtyas
Jurnal Komunikasi Vol 13, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v13i1.11522

Abstract

Abstract - This is a study that reveals how mystification is packaged using the narrative of mother-child communication in the Mother's Day version of the Aqua branded beverage product advertisement. The mother's day version of Aqua's advertising communicator takes advantage of the nature of a mother who always loves and protects, especially to her children and the momentum is released to coincide with the events of Mother's Day. This study uses a qualitative approach by using a critical paradigm. then analyze the sign of communication used in advertising by using Barthes semiotics. The unit of analysis is taken purposively and in the form of audio, visual and text. Barthes' idea about the relation between signifier, sign and then the meaning of denotation, connotation and myth led researchers to a finding that advertising communicators perform mystification very subtly. There is a personification of Aqua water as if it has love and protection like a mother The construction process carried out by Aqua advertising communicators is also a myth. Next, he packs the scene of the child's communication relationship with his parents as his denotative aspect and the scene of giving gifts as the connotation of the gimmick he uses. In this study, it was also found that capitalism cannot be separated from the ideology that underlies the communicators of the Mother's Day version of Aqua advertising to do mystification.Keywords : Mystification, Advertising, Capitalist, Construction, Semiotics
Makna Karikatur Cover Majalah Tempo Edisi September 2019 Studi Semiotika Roland Barthes Dito Anjasmoro Ningtyas; Haikal Haikal; Yogi Ariska; Eddy Kusnadi
Jurnal Media Penyiaran Vol. 3 No. 1 (2023): Juni (2023)
Publisher : LPPM UBSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.238 KB) | DOI: 10.31294/jmp.v3i01.1934

Abstract

The tempo magazine is one example of mass media that is much in demand by the public. The contents are interesting, making the magazine still exist today. The widespread use of caricature drawings on uncover ethical magazine covers raises polemic for the public, but also to find caricature meaning on the cover of the September 16, 2019 edition of Tempo, to uncover what the purpose of using pictures or messages to look for is to create a magazine cover, research methods used is qualitative with Roland Barthes theory where Roland Barthes theory discusses semiotics and myths. One of the results of this research is the balanced tempo magazine in conveying the conclusions of a story. It is hoped that the magazine will continue to be consistent in presenting balanced and factual data.
Satir Resistensi Kebijakan Covid 19 di Twitter Irwanto; Laurensia Retno Hariatiningsih; Dito Anjasmoro Ningtyas
Jurnal Komunikasi Vol. 14 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v14i2.12016

Abstract

Tulisan ini bermotivasi mengungkap pesan satir warganet pada media sosial Twitter mengenai resistensinya terhadap kebijakan dan aturan Covid 19. Deskriptif kualitatif digunakan sebagai metode untuk menjawab persoalan utama dalam pada penelitian ini. Subjek penelitian ditetapkan melalui teknik purposif pada cuitan satir warganet mengenai kebijakan dan aturan Covid 19. Analisa data dilakukan dengan semiotika sosial sosial MAK Halliday serta hasil elaborasi dengan teori yang digunakan. Melalui cara ini peneliti dapat mengetahui, memahami serta mendeskripsikan dengan komprehensif pesan satir tentang kebijakan dan aturan Covid 19 yang dikonstruksi oleh warganet. Pada konteks ini pesan satir yang dikonstruksi pada cuitan warganet  merupakan bagian dari kreatifitas dalam pengemasan pesan. Lambang komunikasi yang digunakan beragam. Motif komunikasi yang berupa kritikan atau saran, gagasan serta opini warganet bisa dikemas dalam bentuk satir. Dibutuhkan nalar serta pengetahuan yang cukup untuk bisa mencerna makna satir secara utuh. Mengonstruksi pesan dengan satir menjadi alternatif pilihan agar pesan bisa efektif, diterima dengan nyaman dan terhindar dari sanksi hukum
Makna Modernisasi Perempuan Jawa Dalam Film Pendek “Wedok” Nur Iman El Hidayah; Yogi Ariska; Dito Anjasmoro Ningtyas; Gema Irhamdhika
Jurnal Komunikasi Vol. 15 No. 2 (2024): September 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jkom.v15i2.12056

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis makna modernisasi perempuan Jawa yang terkandung dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode semiotika dari Roland Barthes yang mengkaji mengenai makna denotasi, makna konotasi dan mitos. Makna denotasi yang ditemukan dalam film pendek Wedok yaitu mengenai potret perubahan perempuan jawa dari masa ke masa, yaitu dari zaman tradisional hingga zaman modern. Perubahan tersebut merupakan perubahan ke arah yang lebih maju. Sedangkan makna konotasi nya yaitu Adanya modernisasi membawa perubahan yang lebih baik bagi perempuan jawa. Mitos yang peneliti temukan pada film pendek Wedok yaitu Modernisasi bagi perempuan jawa membawa perempuan jawa terlepas dari belenggu kungkungan dan tuntutan budaya jawa yang mengharuskan perempuan jawa terus termarginalkan. Modernisasi dalam film Wedok terlihat bagaimana perubahan perempuan dalam hal mendapatkan pendidikan dan perubahan pola pikir orang tua dalam mendidik dan memperlakukan anak perempuannya. Anak laki-laki dan anak perempuan di dalam keluarga tidak lagi di beda-bedakan, artinya mereka sudah memiliki kedudukan yang sama