Penelitian ini menganalisis representasi tokoh Walid dalam Serial Bidaah (2025) melalui pendekatan semiotika dua tahap Roland Barthes, yang mencakup level denotasi, konotasi, dan mitos. Data dikumpulkan melalui observasi visual dan naratif terhadap busana, mimik, dialog, dan setting sosial-budaya yang membentuk karakter Walid. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara denotatif, Walid direpresentasikan sebagai figur agama kharismatik dan berwibawa. Namun, pada level konotatif dan mitologis, muncul kontradiksi antara citra kesalehan dan praktik kekuasaan simbolik, yang mengungkap ideologi tersembunyi dalam konstruksi karakter tersebut. Temuan ini memperlihatkan bahwa Bidaah berfungsi sebagai teks budaya yang mendekonstruksi simbol-simbol keagamaan dan menawarkan wacana kritis terhadap institusi agama di tengah perubahan sosial. Penelitian ini berkontribusi pada kajian media dan komunikasi dengan menunjukkan bagaimana media fiksi membentuk, menggugat, dan membingkai ulang makna dominan terkait religiusitas dan kekuasaan dalam masyarakat kontemporer.
Copyrights © 2025