Pupuh sebagai warisan sastra dan seni vokal Sunda menghadapi tantangan keberlanjutan akibat menurunnya minat generasi muda, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang relevan dalam pendidikan formal. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses dan efektivitas pelatihan nembang Pupuh Dangdanggula berbasis metode demonstrasi dan teknik ngabeo pada siswa SMP Pasundan 1 Cimahi dalam persiapan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi demonstrasi, teknik ngabeo, dan notasi sederhana secara signifikan meningkatkan penguasaan melodi, ketepatan ornamentasi vokal (dongkari), ekspresi musikal, serta kepercayaan diri siswa, yang tercermin dalam capaian Juara Harapan I pada lomba FTBI. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis transmisi lisan yang dipadukan dengan strategi pedagogis terstruktur efektif untuk materi pupuh yang bersifat kompleks. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pelatihan pupuh yang kontekstual dan adaptif dengan menjembatani tradisi lisan Sunda dan pembelajaran seni di sekolah formal, sehingga memperkuat posisi pupuh sebagai praktik pedagogis yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025