Pendidikan musik berperan penting dalam mendukung perkembangan motorik halus dan konsentrasi anak usia sekolah dasar, salah satunya melalui pembelajaran biola yang menuntut koordinasi tangan kanan dan kiri secara presisi. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pembelajaran teknik dasar bowing dan fingering, kemampuan siswa dalam menerapkan kedua teknik tersebut, serta kendala dan faktor pendukung yang muncul dalam konteks pendidikan musik nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap pengajar dan peserta didik di Purwacaraka Musik Studio Mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bowing dan fingering dilaksanakan secara bertahap melalui pengenalan instrumentasi, pembiasaan posisi tubuh dan bow, serta latihan teknik dasar yang terstruktur dengan mengacu pada Suzuki Violin Book Grade I. Temuan utama mengindikasikan bahwa kestabilan bowing dan ketepatan fingering merupakan tantangan utama bagi anak usia sekolah dasar, terutama pada aspek kontrol gesekan dan intonasi, namun dapat diatasi melalui strategi pedagogis yang menekankan latihan refleks, pengulangan bertahap, dan penyesuaian pembelajaran sesuai kemampuan individu siswa. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan pedagogis yang sistematis dan adaptif dalam pembelajaran biola tidak hanya berkontribusi pada penguasaan teknik bermain, tetapi juga mendukung perkembangan motorik halus dan disiplin belajar anak, sehingga memperkaya kajian pedagogi musik anak dalam konteks pendidikan non-formal.
Copyrights © 2025