Hasil jagung di lahan sawah dan di lahan kering dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk yang tepat, baik dosis maupun jenisnya. Pengkajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemupukan terhadap  hasil jagung hibrida di lahan sawah dan lahan kering di Kabupaten Pandeglang, Banten. Pengkajian dilakukan pada lahan sawah dan lahan kering milik petani di Kec. Mandalawangi pada bulan Mei-Agustus 2016. Percobaan menggunakan Rancangan Acak kelompok, 3 perlakuan dan 8 ulangan. Perlakuan terdiri atas tiga pemupukan yaitu : P1 (pemupukan rekomendasi KATAM : Urea 325 kg/ha + 75 kg/ha SP-36 + 80 kg/ha KCl + pupuk kandang 2 ton/ha); P2 (pemupukan rekomendasi Balitsereal jagung hibrida : Urea 250 kg/ha + 300 kg NPK Phonska + pupuk kandang 2 ton/ha) dan P3 (pemupukan cara petani : Urea 100 kg/ha + NPK Phonska 200 kg/ha). Hasil kajian menunjukkan bahwa hasil biji jagung tertinggi di lahan sawah sebesar 6,25 t/ha dan lahan kering sebesar 5,78 t/ha ditemukan pada pemupukan P1 (rekomendasi Balitsereal, yaitu : Urea 250 kg/ha + 300 kg/ha NPK Phonska. Jagung hibrida varietas Bima dapat dikembangkan di lahan kering dan di lahan sawah dengan pemberian pupuk Urea 250 kg/ha + 300  kg/ha NPK Phonska + pupuk organik 2 ton/ha.
Copyrights © 2017