Laporan ini dibuat bertujuan untuk memahami interaksi siswa berkebutuhan khusus dengan komputer di SLB Pembina Negeri Kupang. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara. Subjek meliputi siswa autisme, tunagrahita, tunanetra, dan tunarungu. Hasil menunjukkan siswa mampu menggunakan komputer dengan bimbingan guru. Tantangan utama adalah keterbatasan alat bantu khusus. Namun, guru aktif memberikan pendampingan sesuai prinsip inklusif. Teknologi terbukti dapat menjadi media pembelajaran yang efektif jika didukung fasilitas dan pendekatan yang sesuai.
Copyrights © 2025