Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi tantangan signifikan dalam distribusi alat kesehatan dan obat-obatan, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal. Keterbatasan infrastruktur pelabuhan, tingginya biaya logistik, dan ketergantungan terhadap pasar pelayaran menyebabkan distribusi alat kesehatan tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pasar pelayaran dalam mendukung sistem logistik kesehatan di wilayah kepulauan Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel yang dianalisis diperoleh dari sumber-sumber ilmiah terpercaya yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024, dengan fokus pada tema distribusi alat kesehatan, logistik maritim, dan kebijakan pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam distribusi alat kesehatan meliputi keterbatasan infrastruktur pelabuhan, ketidakteraturan jadwal pelayaran, dan keterbatasan armada kapal. Program Tol Laut dinilai berkontribusi positif terhadap peningkatan konektivitas, namun efektivitasnya dalam konteks distribusi alat kesehatan masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Adopsi teknologi seperti GIS dan pelacakan real-time terbukti dapat meningkatkan efisiensi logistik kesehatan. Selain itu, inovasi seperti Floating Logistics Supporting Facility (FLSF) menjadi alternatif solusi distribusi di daerah kepulauan. Kebijakan seperti e-Katalog juga mendukung proses pengadaan, meskipun diperlukan penyesuaian agar lebih adaptif terhadap kebutuhan daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur pelayaran, kolaborasi multisektor, serta penerapan teknologi informasi dalam sistem logistik kesehatan. Dengan strategi yang tepat, distribusi alat kesehatan di wilayah kepulauan dapat ditingkatkan, sehingga mendukung pemerataan layanan kesehatan nasional.
Copyrights © 2025