Eliyanti Agus Mokodompit
Jurusan Manajemen, Fakutas Ekonomi Dan Bisnis, Universitas Halu Oleo, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Analisis Teoretis Hubungan Antara Pasar Pelayaran dan Ketahanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan Indonesia Wa Ode Megasari; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.646

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau menghadapi tantangan serius dalam menjamin distribusi layanan kesehatan yang merata, terutama di wilayah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pasar pelayaran dalam mendukung ketahanan sistem kesehatan di wilayah kepulauan Indonesia. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka sistematis (systematic literature review) dengan sumber data sekunder dari jurnal akademik, laporan WHO, Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, UNCTAD, dan Bank Dunia. Analisis dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan perspektif ekonomi maritim, kebijakan kesehatan masyarakat, dan logistik. Hasil kajian menunjukkan bahwa distribusi logistik kesehatan di Indonesia sangat bergantung pada keberlangsungan dan efisiensi sistem pelayaran nasional. Struktur pasar pengangkutan yang berorientasi pada keuntungan menciptakan kesenjangan distribusi di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Selain itu, kurangnya integrasi antara kebijakan kesehatan dan transportasi laut serta lemahnya infrastruktur pelabuhan kecil dan fasilitas rantai dingin memperparah kerentanan sistem kesehatan. Penelitian ini merekomendasikan adanya integrasi kebijakan lintas sektor, penyediaan kapal logistik khusus kesehatan, serta penguatan infrastruktur pelabuhan sebagai strategi untuk meningkatkan ketahanan dan keadilan sistem kesehatan nasional di wilayah kepulauan.
Analisis Pasar Pelayaran dan Distribusi Alat Kesehatan di Wilayah Kepulauan Wahidah Rohmawati; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.648

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi tantangan signifikan dalam distribusi alat kesehatan dan obat-obatan, khususnya di wilayah terpencil dan tertinggal. Keterbatasan infrastruktur pelabuhan, tingginya biaya logistik, dan ketergantungan terhadap pasar pelayaran menyebabkan distribusi alat kesehatan tidak merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pasar pelayaran dalam mendukung sistem logistik kesehatan di wilayah kepulauan Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Artikel yang dianalisis diperoleh dari sumber-sumber ilmiah terpercaya yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024, dengan fokus pada tema distribusi alat kesehatan, logistik maritim, dan kebijakan pemerintah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama dalam distribusi alat kesehatan meliputi keterbatasan infrastruktur pelabuhan, ketidakteraturan jadwal pelayaran, dan keterbatasan armada kapal. Program Tol Laut dinilai berkontribusi positif terhadap peningkatan konektivitas, namun efektivitasnya dalam konteks distribusi alat kesehatan masih perlu dievaluasi lebih lanjut. Adopsi teknologi seperti GIS dan pelacakan real-time terbukti dapat meningkatkan efisiensi logistik kesehatan. Selain itu, inovasi seperti Floating Logistics Supporting Facility (FLSF) menjadi alternatif solusi distribusi di daerah kepulauan. Kebijakan seperti e-Katalog juga mendukung proses pengadaan, meskipun diperlukan penyesuaian agar lebih adaptif terhadap kebutuhan daerah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan infrastruktur pelayaran, kolaborasi multisektor, serta penerapan teknologi informasi dalam sistem logistik kesehatan. Dengan strategi yang tepat, distribusi alat kesehatan di wilayah kepulauan dapat ditingkatkan, sehingga mendukung pemerataan layanan kesehatan nasional.
Peran Infrastruktur Kargo Massal dalam Rantai Pasok Kesehatan: Kajian Teoretis dan Praktis Rasniah Sarumi; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.652

Abstract

Distribusi layanan kesehatan yang merata dan tepat waktu merupakan elemen fundamental dalam sistem kesehatan publik, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia yang menghadapi tantangan geografis dalam menjangkau wilayah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transportasi laut dalam mendukung distribusi logistik kesehatan serta mengidentifikasi kendala infrastruktur dan solusi strategis yang relevan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 50 artikel jurnal internasional dan laporan institusi global (WHO, World Bank, USAID) yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2014–2024). Hasil studi menunjukkan bahwa ketergantungan pada moda transportasi laut menempatkan infrastruktur pelabuhan, kapal logistik, dan sistem distribusi sebagai komponen kritis. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi kurangnya fasilitas cold chain di pelabuhan kecil, ketidakteraturan jadwal pelayaran, serta belum adanya standarisasi kapal pengangkut alat kesehatan. Studi perbandingan dengan negara lain seperti Maladewa dan Fiji mengungkap bahwa integrasi antara infrastruktur fisik dan teknologi digital, seperti digital tracking system dan drone delivery, mampu meningkatkan efektivitas distribusi. Penelitian ini merekomendasikan empat strategi: pengembangan pelabuhan mini dengan fasilitas pendingin, standarisasi kapal logistik kesehatan, integrasi sistem pelacakan digital, dan pelatihan operator logistik lokal. Implikasi dari temuan ini mendukung penguatan sistem logistik kesehatan maritim yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada keadilan layanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Risiko dan Return dalam Model Ekonomi Perusahaan Pelayaran: Implikasi Teoretis terhadap Ketahanan Logistik Kesehatan Elna Sari; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.653

Abstract

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjamin pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil. Transportasi laut memegang peran vital sebagai tulang punggung logistik kesehatan nasional. Namun, keberlanjutan layanan pelayaran sangat dipengaruhi oleh dinamika risiko dan return dalam model ekonomi perusahaan pelayaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis keterkaitan antara risiko ekonomi pelayaran dan ketahanan logistik kesehatan di wilayah kepulauan. Dengan menggunakan metode systematic literature review (SLR) dan pendekatan naratif-deskriptif, literatur dikumpulkan dari basis data Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Sebanyak 42 artikel dipilih berdasarkan kriteria relevansi tematik dan kualitas metodologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa risiko operasional, risiko pasar, dan risiko regulasi menjadi faktor utama yang mempengaruhi keberlanjutan layanan pelayaran. Ketidakseimbangan antara risiko tinggi dan return rendah menyebabkan banyak perusahaan menghindari rute ke daerah non-komersial, yang berakibat pada keterlambatan distribusi logistik kesehatan. Penelitian ini menekankan pentingnya intervensi kebijakan dalam bentuk insentif berbasis risiko dan integrasi sistem pemantauan risiko ke dalam perencanaan logistik nasional. Rekomendasi bagi penelitian lanjutan adalah pengembangan model prediktif kuantitatif berbasis data real-time untuk mendukung pengambilan keputusan lintas sektor.
Pembiayaan Kapal untuk Layanan Pelayaran Daerah Terpencil: Studi Literatur terhadap Peran Pemerintah dan Swasta Candra Kirana; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.656

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi tantangan logistik yang signifikan dalam penyediaan layanan pelayaran ke wilayah-wilayah terpencil, tertinggal, dan perbatasan (3T). Konektivitas antarpulau yang mengandalkan moda transportasi laut menjadi sangat krusial, terutama dalam distribusi layanan dasar seperti obat-obatan, vaksin, dan alat kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran pemerintah dan sektor swasta dalam skema pembiayaan kapal untuk mendukung layanan pelayaran di wilayah 3T, serta mengevaluasi implikasinya terhadap ketahanan logistik kesehatan nasional. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan pendekatan tematik-naratif. Literatur dikumpulkan melalui basis data Scopus, Google Scholar, ScienceDirect, dan JSTOR dengan kriteria inklusi artikel terbit tahun 2012–2024 yang fokus pada pembiayaan kapal, pelayaran perintis, serta kolaborasi sektor publik dan swasta di wilayah kepulauan. Analisis dilakukan dengan mengelompokkan temuan ke dalam tema model pembiayaan, peran strategis pemerintah, keterlibatan swasta, dan tantangan implementasi. Hasil kajian menunjukkan tiga model utama pembiayaan kapal: subsidi langsung pemerintah (PSO), pendanaan swasta dengan insentif fiskal, dan kemitraan pemerintah-swasta (PPP). Efektivitas pembiayaan sangat dipengaruhi oleh integrasi lintas sektor dan keberlanjutan dukungan fiskal serta regulasi pro-investasi. Selain itu, ditemukan bahwa pelayaran berkelanjutan memiliki dampak signifikan terhadap akses layanan kesehatan di wilayah terpencil. Studi ini merekomendasikan penguatan sinergi kebijakan antar lembaga serta penerapan strategi blended finance sebagai solusi pembiayaan yang adaptif dan berkelanjutan. Pembiayaan kapal tidak hanya menjadi urusan transportasi, tetapi juga bagian dari infrastruktur kesehatan nasional yang perlu dirancang secara kolaboratif dan responsif terhadap tantangan geografis Indonesia.
Tinjauan Literatur tentang Arus Kas dan Pendapatan pada Layanan Kesehatan Masyarakat: Analisis Teoretis Model Keuangan Sektor Publik Endang Sri Mulyawati Liambana; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.657

Abstract

Manajemen keuangan yang efisien merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan sistem layanan kesehatan publik, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran arus kas dan pendapatan sebagai determinan utama stabilitas operasional fasilitas kesehatan. Dengan menggunakan metode kajian literatur naratif, literatur relevan dari jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan dokumen lembaga internasional ditelaah secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelancaran arus kas sangat menentukan kemampuan fasilitas kesehatan dalam menyediakan layanan dasar secara berkesinambungan, termasuk pengadaan obat, pembayaran tenaga medis, dan operasional harian. Di sisi lain, keterbatasan pendapatan mandiri dan ketergantungan pada dana transfer pusat menciptakan kerentanan fiskal yang berdampak pada mutu pelayanan. Kajian juga menyoroti pentingnya diversifikasi pendapatan, penguatan status BLUD, serta implementasi model manajemen keuangan berbasis kinerja dan prinsip Public Financial Management (PFM). Kajian ini menyimpulkan bahwa reformasi tata kelola keuangan di sektor kesehatan harus diarahkan pada integrasi antara pengelolaan kas, strategi pendapatan, dan transparansi fiskal untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan layanan kesehatan publik di Indonesia.
Pengangkutan Kargo Umum dan Implikasinya terhadap Distribusi Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan: Kajian Teoretis Sistem Logistik Nur Yazlim; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.661

Abstract

Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menghadapi tantangan logistik yang kompleks dalam distribusi layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T). Transportasi laut, khususnya pengangkutan kargo umum, memainkan peran vital dalam memastikan ketersediaan logistik kesehatan seperti vaksin, obat-obatan, dan alat medis ke daerah-daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur naratif dengan menganalisis sumber-sumber dari jurnal ilmiah, laporan organisasi internasional, dan dokumen kebijakan nasional periode 2013–2024. Hasil kajian mengidentifikasi bahwa keterbatasan infrastruktur pelabuhan, frekuensi pelayaran yang rendah, dan kurangnya integrasi data antara sektor kesehatan dan transportasi menjadi hambatan utama dalam distribusi logistik kesehatan. Rekomendasi yang diusulkan meliputi integrasi perencanaan transportasi dan kesehatan, penerapan kebijakan Public Service Obligation (PSO) untuk pelayaran ke daerah 3T, serta digitalisasi rantai pasok berbasis data real-time. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
Regulasi Industri Maritim dan Implikasinya terhadap Akses Layanan Kesehatan Masyarakat di Wilayah Kepulauan: Sebuah Kajian Teoretis Usti Syah Putri; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.662

Abstract

Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan geografis yang signifikan dalam menjamin pemerataan akses layanan kesehatan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Transportasi laut menjadi tulang punggung utama dalam distribusi logistik kesehatan, seperti obat-obatan, vaksin, dan mobilisasi tenaga medis. Namun, keberlanjutan layanan pelayaran sangat dipengaruhi oleh kerangka regulasi industri maritim yang mengatur aspek-aspek seperti pengoperasian kapal, perizinan trayek, dan insentif fiskal bagi operator pelayaran. Ketidaksesuaian atau ketidakstabilan regulasi sering kali menyebabkan rendahnya partisipasi swasta dalam pengoperasian layanan ke wilayah yang dianggap tidak menguntungkan secara ekonomi, yang berdampak pada terganggunya distribusi logistik kesehatan. Studi ini menggunakan pendekatan kajian literatur naratif untuk mengevaluasi bagaimana kerangka regulasi sektor maritim di Indonesia mempengaruhi aksesibilitas layanan kesehatan, baik secara langsung melalui distribusi logistik maupun secara tidak langsung melalui dukungan terhadap mobilitas tenaga medis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi antara kebijakan maritim dan kebutuhan sektor kesehatan masih belum optimal, sehingga diperlukan reformasi regulasi yang lebih responsif terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan yang terpencil.
Penyediaan Kapal Pengangkut sebagai Infrastruktur Kesehatan di Wilayah Kepulauan: Kajian Teoretis dan Strategi Logistik Astie Trisnawati; Eliyanti Agus Mokodompit
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.667

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan menghadapi tantangan besar dalam menyediakan layanan kesehatan yang merata, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Dalam konteks ini, kapal pengangkut memegang peranan strategis, tidak hanya sebagai moda transportasi tetapi juga sebagai bagian dari infrastruktur esensial dalam sistem kesehatan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi secara teoretis peran penyediaan kapal pengangkut dalam mendukung distribusi layanan kesehatan di wilayah kepulauan serta merumuskan strategi logistik berbasis laut yang adaptif dan berkelanjutan. Menggunakan pendekatan kajian literatur naratif, penelitian ini menganalisis temuan dari berbagai studi dan dokumen kebijakan dalam tiga aspek: (1) kapal pengangkut sebagai infrastruktur kesehatan, (2) tantangan distribusi logistik kesehatan di wilayah kepulauan, dan (3) strategi integrasi kapal dalam sistem layanan kesehatan. Hasil kajian menunjukkan bahwa distribusi logistik kesehatan mengalami hambatan signifikan akibat minimnya kapal khusus pengangkut medis, infrastruktur pelabuhan yang terbatas, absennya fasilitas cold chain, serta tidak stabilnya jadwal pelayaran. Untuk mengatasi persoalan ini, diperlukan tiga strategi utama: pengembangan skema Kapal Pengangkut Kesehatan (KPK), penerapan kemitraan pemerintah-swasta (PPP), serta digitalisasi dan pelacakan logistik secara real-time. Integrasi lintas sektor antara transportasi dan kesehatan merupakan kunci dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan nasional. Kajian ini menegaskan bahwa penyediaan kapal pengangkut harus dipandang sebagai bagian integral dari infrastruktur kesehatan masyarakat, yang tidak hanya mendukung efisiensi logistik, tetapi juga menjadi penentu dalam keberhasilan layanan kesehatan di negara kepulauan seperti Indonesia.