Distribusi layanan kesehatan yang merata dan tepat waktu merupakan elemen fundamental dalam sistem kesehatan publik, terutama di negara kepulauan seperti Indonesia yang menghadapi tantangan geografis dalam menjangkau wilayah terpencil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran transportasi laut dalam mendukung distribusi logistik kesehatan serta mengidentifikasi kendala infrastruktur dan solusi strategis yang relevan. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 50 artikel jurnal internasional dan laporan institusi global (WHO, World Bank, USAID) yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir (2014–2024). Hasil studi menunjukkan bahwa ketergantungan pada moda transportasi laut menempatkan infrastruktur pelabuhan, kapal logistik, dan sistem distribusi sebagai komponen kritis. Permasalahan utama yang ditemukan meliputi kurangnya fasilitas cold chain di pelabuhan kecil, ketidakteraturan jadwal pelayaran, serta belum adanya standarisasi kapal pengangkut alat kesehatan. Studi perbandingan dengan negara lain seperti Maladewa dan Fiji mengungkap bahwa integrasi antara infrastruktur fisik dan teknologi digital, seperti digital tracking system dan drone delivery, mampu meningkatkan efektivitas distribusi. Penelitian ini merekomendasikan empat strategi: pengembangan pelabuhan mini dengan fasilitas pendingin, standarisasi kapal logistik kesehatan, integrasi sistem pelacakan digital, dan pelatihan operator logistik lokal. Implikasi dari temuan ini mendukung penguatan sistem logistik kesehatan maritim yang tangguh, adaptif, dan berorientasi pada keadilan layanan kesehatan di wilayah kepulauan.
Copyrights © 2025