Manajemen keuangan yang efisien merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan sistem layanan kesehatan publik, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran arus kas dan pendapatan sebagai determinan utama stabilitas operasional fasilitas kesehatan. Dengan menggunakan metode kajian literatur naratif, literatur relevan dari jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan dokumen lembaga internasional ditelaah secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kelancaran arus kas sangat menentukan kemampuan fasilitas kesehatan dalam menyediakan layanan dasar secara berkesinambungan, termasuk pengadaan obat, pembayaran tenaga medis, dan operasional harian. Di sisi lain, keterbatasan pendapatan mandiri dan ketergantungan pada dana transfer pusat menciptakan kerentanan fiskal yang berdampak pada mutu pelayanan. Kajian juga menyoroti pentingnya diversifikasi pendapatan, penguatan status BLUD, serta implementasi model manajemen keuangan berbasis kinerja dan prinsip Public Financial Management (PFM). Kajian ini menyimpulkan bahwa reformasi tata kelola keuangan di sektor kesehatan harus diarahkan pada integrasi antara pengelolaan kas, strategi pendapatan, dan transparansi fiskal untuk meningkatkan efisiensi dan ketahanan layanan kesehatan publik di Indonesia.
Copyrights © 2025