Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, menghadapi tantangan logistik yang kompleks dalam distribusi layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil, tertinggal, dan terluar (3T). Transportasi laut, khususnya pengangkutan kargo umum, memainkan peran vital dalam memastikan ketersediaan logistik kesehatan seperti vaksin, obat-obatan, dan alat medis ke daerah-daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian literatur naratif dengan menganalisis sumber-sumber dari jurnal ilmiah, laporan organisasi internasional, dan dokumen kebijakan nasional periode 2013–2024. Hasil kajian mengidentifikasi bahwa keterbatasan infrastruktur pelabuhan, frekuensi pelayaran yang rendah, dan kurangnya integrasi data antara sektor kesehatan dan transportasi menjadi hambatan utama dalam distribusi logistik kesehatan. Rekomendasi yang diusulkan meliputi integrasi perencanaan transportasi dan kesehatan, penerapan kebijakan Public Service Obligation (PSO) untuk pelayaran ke daerah 3T, serta digitalisasi rantai pasok berbasis data real-time. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengambilan kebijakan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.
Copyrights © 2025