Penelitian ini menyoroti peran guru sebagai fasilitator literasi digital dalam kurikulum berbasis kompetensi guna menjawab tuntutan pendidikan abad ke-21. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana guru membimbing siswa dalam mengembangkan literasi digital sebagai bagian integral dari pembelajaran berbasis kompetensi, serta untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Darussalam Blokagung, Banyuwangi, dengan informan yang terdiri dari guru, siswa, kepala sekolah, dan wali murid. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan study dokumen, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa terhadap pembelajaran digital, namun masih menghadapi kendala seperti keterbatasan infrastruktur, beban kerja, dan rendahnya keterampilan literasi digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada pendekatan holistik yang menyinergikan peran guru, kurikulum, dan teknologi, serta memberikan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan kompetensi guru dan integrasi literasi digital dalam pembelajaran secara efektif.
Copyrights © 2025